Warga Temukan Paus Terdampar di Probolinggo

Reporter

Agus Salam

Editor

Heryanto

31 - Oct - 2017, 03:08

Warga melihat dari dekat pasu yang terdampar (Foto : Agus Salam/ProbolinggoTIMES)

Seekor ikan paus terdampar di pesisir pantai Dusun Mendoan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Senin (30/10) pagi.

Paus yang belum diketahui jenisnya itu menjadi tontonan warga. Rencananya, setelah air laut surut, paus yang diperkirakan 5 meter panjangnya itu, akan dikebumikan tak jauh dari tempat terdamparnya.

Puji, salah seorang warga setempat yang juga seorang nelayan mengatakan, kalau paus yang mulutnya moncong itu, tidak terdampar di pantai Tongas.

Tetapi terdampar di perairan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Grati, Pasuruan. Atim nelayan setempat yang menarik paus itu dari PLTG hingga sampai di perairan Tiongas Wetan.

Sekitar pukul 06.00 paus yang sudah keluar usunya dan sebagian tubuhnya terpotong-potong itu ditarik dengan dua kapal nelayan. Dan menurut Puji, dua jam kemudian tepatnya pukul 08.00, paus yang membujur kea rah barat itersebut, tiba di pesisir Tongas. “Atim yang nemu dan ditarik ke sini. Ikan ini ditemukan dalam keadaan mati,” ujarnya.

Awalnya, warga akan menjual sirip ikan yang diperkiran terdampar tiga hari lalu tersebut., lantaran harganya mahal. Namun, tidak jadi lantaran ikan sudah membusuk dan jadi bangkai hingga berbau.

“Semula kami hendak menjual siripnya. Tapi karena sudah berbau, enggak jadi. Ya, kami kubur aja,” ujar Malik, salah seorang warga setempat yang ikut mendekat ke ikan.

Dijelaskan, penguburan ikan menunggu surutnya air.  Ikan yang menjadi tontonan itu, berada sekitar 50 meter dari bibir pantai atau dermaga.

Penguburan akan dilakukan setelah air laut surut yang diperkirakan pukul 13.00. Karena dirasa tidak kuat diangkat ke darat, ikan paus tersebut akan dikubur di dekat lokasi terdampar.

“Nanti setelah surut warga akan menggali lubangnya. Kalau dikubur didaat, kami tidak kuat ngangkatnya,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah warga yang melihat paus terdampar, hanya bisa melihat dari kejauhan. Jika kepingin melihat dari dekart, mereka harus turun menceburkan diri di laut.

Salah satu penonton, Lita (19) datang ke pantai untuk melihat paus. Mengingat, selama hidup, ia belum pernah melihat ikan sebesar itu.

“Ya, sebelumnya belum pernah melihat. Makanya, meski panas, kami tetap kesini. Katanya, ikan paus kalau mati menampakan diri. Kata orang-orang minta dikuburkan,” ujarnya singkat.