Bonek Pesta Flare di Anniversary Game, Ini Sikap Tegas Manajemen Persebaya

01 - Jul - 2024, 12:18

Bonek pesta flare di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

JATIMTIMES - Pesta flare mewarnai laga bertajuk Anniversary Game antara Persebaya Surabaya kontra Persibo Bojonegoro di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (29/6/2024) semalam. Hal ini membuat pertandingan harus dihentikan pada menit ke-85.

Pasalnya, penyalaan flare begitu masif berasal dari semua sisi tribun stadion. Ini membuat situasi lapangan sudah tidak memungkinkan, karena asap flare yang begitu tebal sampai mengganggu pernafasan.

Baca Juga : Kemenag Kota Blitar Ancam Sanksi Berat ASN Terlibat Judi Online

Pemain anyar Francisco Rivera yang baru dimasukkan, bahkan belum sempat menendang bola, laga sudah dihentikan. Para pemain, baik pemain Persebaya maupun di Persibo langsung berhamburan ke ruang ganti.

Pesta flare yang dilakukan Bonek merupakan wujud euforia dalam merayakan ulang tahun tim kebanggaannya. Namun, euforia tersebut berlebihan dan disesalkan oleh manajemen Persebaya.

"Di tribun, begitu banyak orang yang harus bertahan di dalam kepungan asap flare. Asap flare yang begitu pekat cukup menyesakkan bagi anak kecil, wanita, maupun penonton lanjut usia," tulis akun resmi klub dalam unggahannya, Minggu (30/6/2024).

Karena situasi yang tidak memungkinkan itulah, panpel dan kepolisian akhirnya memutuskan tidak ada nyanyi bareng Song for Pride seusai laga. Biasanya, dalam pertandingan lainnya para pemain bersama Bonek selalu menyanyikan Song for Pride setelah laga berakhir.

"Panpel Persebaya juga meniadakan sesi konferensi pers setelah laga karena kondisi ruangan tidak memungkinkan. Penuh dengan asap flare," ungkap manajemen Persebaya.

Pihaknya lantas menegaskan bahwa flare dilarang dalam sepak bola karena sangat membahayakan. Akan tetapi, Persebaya menyayangkan, sebagian orang masih bangga menyalakan sesuatu yang bisa menimbulkan masalah kesehatan dan bisa memicu kepanikan itu.

Baca Juga : Anniversary Game Persebaya Jadi Panggung Pemain Muda

"Alhamdulillah, tidak ada fatalitas dari penyalaan flare tadi malam. Namun, sadarkah kita, bahwa kita sebenarnya sudah dekat dengan bencana. Masih ingat, kenapa tragedi Kanjuruhan terjadi? Tragedi itu muncul karena kombinasi tiga hal, asap, kepanikan, kerumunan massa," ungkap manajemen Persebaya.

"Ada yang bilang: nge-flare kan setahun sekali. Pertanyannya, apakah kita rela, jika anak atau anggota keluarga kita dihadapkan pada bahaya untuk perayaan ulang tahun?" sambungnya.

Ke depan, manajemen Persebaya akan melakukan kebijakan tegas dan terukur terkait flare untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.