Unisba Blitar Gandeng Mantan Dubes di Afrika Perkuat Pelayanan Publik dan Kepemimpinan Tendik
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Yunan Helmy
03 - Feb - 2026, 04:20
JATIMTIMES — Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola perguruan tinggi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya tenaga kependidikan (tendik). Komitmen itu diwujudkan lewat kegiatan Penguatan Peran Tendik dan Penyiapan Amanah Kepemimpinan yang digelar di Ballroom Hotel Puri Perdana, Kota Blitar, Selasa (3/2/2026).
Kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan pelayanan publik, keprotokolan, serta kemampuan public speaking tendik sebagai bagian dari upaya membangun kampus yang profesional, tertib, dan berwibawa. Hadir sebagai narasumber utama, mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika Dr (HC) Al Busyra Basnur SH LLM yang dikenal berpengalaman panjang di bidang diplomasi dan komunikasi publik.
Baca Juga : Kronologi Kasus Epstein, dari Skandal Seks hingga Dokumen Rahasia Dirilis
Rektor Unisba Blitar D H Soebiantoro MSi menegaskan bahwa peran tendik di lingkungan perguruan tinggi saat ini tidak lagi terbatas pada kerja-kerja administratif. Tendik, kata dia, merupakan garda terdepan pelayanan publik sekaligus wajah institusi di mata mahasiswa dan masyarakat.
“Di era keterbukaan dan tuntutan pelayanan yang semakin tinggi, tenaga kependidikan tidak hanya bekerja di balik meja administrasi. Cara melayani mahasiswa, menyambut tamu, berkoordinasi dengan mitra, hingga menyelenggarakan kegiatan resmi, semuanya mencerminkan citra dan profesionalitas Unisba Blitar,” ujar Soebiantoro dalam sambutannya.
Ia menambahkan, penguatan pelayanan prima dan keprotokolan menjadi kebutuhan mendesak dalam tata kelola kampus modern. Menurut dia, protokol bukan sekadar mengatur tata tempat atau urutan acara, tetapi mencerminkan etika, penghormatan terhadap jabatan dan lembaga, serta kematangan organisasi.
“Pelayanan publik harus ramah, cepat, tepat, dan bertanggung jawab. Sementara keprotokolan menuntut ketelitian, disiplin, dan kepekaan situasional. Di situlah kualitas institusi diuji,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, rektor juga menyampaikan arah kebijakan kelembagaan Unisba Blitar terkait penataan jabatan struktural. Ke depan, sejumlah jabatan struktural di luar wakil rektor, dekan, ketua program studi, LPPM, dan BPM akan secara bertahap diamanahkan kepada tenaga kependidikan non-dosen.
“Kebijakan ini kami ambil untuk memperkuat fokus dan profesionalisme. Dosen dapat lebih optimal menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sementara tendik kami beri kepercayaan penuh mengelola unit kerja secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Soebiantoro.
Ia meyakini, dari proses tersebut, akan lahir kepala-kepala unit dari kalangan tendik yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, etika pelayanan publik, dan pemahaman keprotokolan yang baik.

Sementara itu, Dr (HC) Al Busyra Basnur menekankan pentingnya kemampuan komunikasi publik sebagai bagian dari kepemimpinan dan pelayanan. Menurut dia, di era global dan digital, kemampuan berbicara di depan publik bukan lagi keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan dasar bagi aparatur dan tenaga pendukung institusi.
“Cara kita berbicara mencerminkan cara berpikir dan sikap lembaga yang kita wakili. Komunikasi yang santun, percaya diri, dan beretika adalah modal penting untuk membangun kepercayaan publik,” ujar Al Busyra Basnur di hadapan peserta.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang dan institusi tidak hanya ditentukan oleh kecakapan teknis, tetapi juga kecerdasan emosional dan kemampuan membangun jejaring.
Baca Juga : Respon Dinamika Kampus, Civitas Akademika Unikama Sampaikan Pernyataan Sikap Resmi
“Pengalaman saya menunjukkan, kepemimpinan yang efektif selalu bertumpu pada kemampuan mendengar, memahami, dan berkomunikasi dengan berbagai pihak,” ujar Al Busyra Basnur.
Dalam konteks nilai-nilai Islam yang dianut Unisba Blitar, pelayanan dipandang sebagai bagian dari ibadah. Setiap kemampuan, termasuk komunikasi dan kepemimpinan, merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Kegiatan pembinaan SDM ini diikuti seluruh tenaga kependidikan Unisba Blitar dan juga melibatkan unsur keprotokolan dari Pemerintah Kabupaten dan Kota Blitar. Rangkaian acara berlangsung sejak pagi hingga sore hari, mencakup sesi public speaking, keprotokolan, dan kepemimpinan.
Melalui kegiatan ini, Unisba Blitar berharap penguatan kapasitas tendik dapat diimplementasikan langsung dalam pelayanan sehari-hari. Dengan demikian, tata kelola kampus diharapkan semakin tertata, profesional, dan mampu menjawab tuntutan pelayanan publik di sektor pendidikan tinggi.
“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan Unisba Blitar yang berwibawa, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat,” ujar rektor menutup sambutannya.
