Dari Limbah Jadi Berkah, Santri Malang Ubah Bonggol Jagung Jadi Penyerap Bau, Raih Penghargaan Nasional

Reporter

Irsya Richa

Editor

A Yahya

26 - Feb - 2026, 06:52

Farrell Syatir Wafi Al-Ghani bersama Athaya Khalfani Arham Prihantoro dan Maulana Malik Ibrahim saat menunjukkan Bonggol Arum. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Kreativitas santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) Malang patut diacungi jempol. Tiga siswa SMA Abdul Malik Fadjar berhasil mengubah limbah bonggol jagung yang selama ini terbuang sia-sia menjadi produk ramah lingkungan bernilai guna tinggi bernama Bonggol Arum.

Inovasi ini digagas oleh Farrell Syatir Wafi Al-Ghani bersama Athaya Khalfani Arham Prihantoro dan Maulana Malik Ibrahim. Berangkat dari keresahan mereka melihat melimpahnya limbah pertanian di Kabupaten Malang, tim mencoba menghadirkan solusi yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan lingkungan dalam ruangan.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Blitar Gandeng BRI, Perluas Perlindungan Jaminan Sosial bagi Nasabah KUR

Farrell mengatakan, Kabupaten Malang sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Jawa Timur menyisakan limbah bonggol dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan optimal. Kondisi tersebut mendorong tim untuk melakukan riset dan eksperimen.

“Kami melihat limbah bonggol jagung ini sangat melimpah, namun sering dibakar atau dibuang. Padahal, di sisi lain banyak orang mengalami masalah bau apek dan kelembapan ruangan yang berdampak pada kesehatan pernapasan. Dari situ kami berpikir untuk mengubah limbah ini menjadi solusi,” kata Farrell, Kamis (26/2/2026).

Lewat proses pirolisis atau pembakaran tanpa oksigen pada suhu tertentu, bonggol jagung diubah menjadi biochar berpori tinggi. Struktur ini membuatnya efektif menyerap bau, kelembapan, dan polutan ringan di udara.

Untuk menambah nilai guna, biochar tersebut dipadukan dengan ekstrak pewangi alami seperti serai, kayu manis, atau daun jeruk. Produk yang dikemas dalam kantong kain ramah lingkungan ini diklaim mampu bekerja sebagai penyerap bau, pengontrol kelembapan, sekaligus penyegar udara alami.

“Keunggulan Bonggol Arum bukan hanya fungsional, tetapi juga aman dan berkelanjutan karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya seperti desikan sintetis,” tambah Farrell.

Baca Juga : 5 Hewan Paling Panjang Umur di Dunia, Nomor 1 Disebut Bisa Hidup Abadi

Keberhasilan inovasi tersebut tidak lepas dari peran guru pendamping, Rachmadanti Chairatul Nisa, yang intens membimbing tim sejak tahap perencanaan hingga presentasi.

“Selamat untuk tim. Saya sangat bangga karena mereka mampu melihat potensi sederhana di sekitar menjadi produk bernilai tambah dan eco friendly,” kata Rachmadanti.

Kerja keras mereka pun berbuah manis. Dalam ajang Olympicad VIII tingkat nasional yang digelar di Makassar pada Februari 2026, inovasi Bonggol Arum berhasil meraih medali perak dengan nilai 84,7 dan masuk dalam sepuluh besar nasional.