Jalur ke Bromo Tertimbun Longsor Usai Diguyur Hujan 3 Hari

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya

02 - Mar - 2026, 06:47

Personel gabungan bersama BPBD Kabupaten Malang saat menanggulangi longsor yang sempat menutup akses jalur ke Gunung Bromo pada Senin (2/3/2026). (Foto: BPBD Kabupaten Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Akses jalur menuju Gunung Bromo tepatnya di sebelah barat Pos Trisula, Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang tertimbun longsor, Minggu (1/3/2026) malam. Hingga hari ini, personel gabungan masih dilibatkan dalam upaya menanggulangi dampak longsor tersebut, Senin (2/3/2026).

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan menuturkan, terpantau selama tiga hari berturut-turut telah terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga deras. Pada serangkaian peristiwa hujan lebat tersebut juga turut di sertai angin kencang.

Baca Juga : Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta PUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Lubang

"Hujan disertai angin di wilayah Kecamatan Poncokusumo tersebut mengakibatkan tebing dengan ketinggian kurang lebih empat meter di barat Pos Trisula longsor. Penyebabnya diduga karena kondisi tanah yang labil akibat hujan yang terjadi selama berhari-hari," ujar Sadono saat dikonfirmasi disela-sela penanganan longsor, Senin (2/3/2026).

Data BPBD Kabupaten Malang mengungkapkan, peristiwa longsor yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) malam tersebut dilaporkan pada pukul 22.30 WIB. Tim gabungan yang turut melibatkan BPBD kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal termasuk pendataan.

"Akses jalan dari Desa Gubugklakah ke Desa Ngadas tertutup longsor. Nihil korban jiwa, mengenai perkiraan nilai kerugian masih dalam pendataan," tuturnya.

Penanganan longsor turut melibatkan personel gabungan dari unsur BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang. Kemudian jajaran Muspika Poncokusumo, Perangkat Desa Gubugklakah dan Ngadas, para relawan termasuk Tagana, hingga masyarakat sekitar.

Baca Juga : Strategi Kota Malang Hadapi Mudik 2026, Exit Tol dan Pusat Belanja Jadi Fokus

Penanggulangan pasca longsor saat itu juga turut melibatkan pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) serta Paguyuban Jeep Wisata Bromo. Hingga akhirnya, pada Senin (2/3/2026) menjelang siang penanganan longsor dilaporkan telah rampung.

"Penanganan dan pembersihan material longsor telah selesai. Saat ini jalur Gubugklakah ke Desa Ngadas sudah kembali bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat," pungkasnya.