225 Personel Gabungan Disiagakan pada Pengamanan Mudik Lebaran di Kabupaten Malang

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

Yunan Helmy

12 - Mar - 2026, 07:56

Ratusan personel gabungan saat mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang diselenggarakan Polres Malang di pendapa Kabupaten Malang, Kamis (12/3/2026). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Ratusan personel gabungan disiagakan dalam pengamanan saat menjelang maupun arus mudik pada momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Kesiapan pengamanan menjelang arus mudik dan  Idul Fitri tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026, yang digelar Polres Malang di halaman pendapa Kabupaten Malang, Kamis (12/3/2026).

Dari pantauan JatimTIMES,  kegiatan apel yang dipimpin Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Malang. Termasuk Bupati Malang HM. Sanusi.

Baca Juga : Panduan Lengkap Salat Idulfitri 2026: Niat, Bacaan, Tata Cara hingga Doa

"Operasi Ketupat Semeru 2026 ini akan digelar selama 13 hari. Yaitu mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026," ujar Kapolres Malang saat ditemui JatimTIMES usai memimpin apel.

Dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 tersebut, Polres Malang mengerahkan  225 personel gabungan. Mereka terdiri mulai dari unsur Polres Malang, personel TNI, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, hingga para relawan.

"Ratusan personel tersebut nantinya akan melaksanakan berbagai kegiatan pengamanan, mulai dari peningkatan patroli, pengaturan lalu lintas, penegakan hukum hingga pelayanan kepada masyarakat," bebernya.

Taat menambahkan, pengamanan selama Operasi Ketupat Semeru 2026 tersebut juga turut difokuskan pada sejumlah lokasi strategis. Di antaranya seperti tempat ibadah, jalur mudik maupun balik lebaran, pusat perbelanjaan, objek wisata, permukiman warga, terminal, stasiun, SPBU, perbankan hingga titik rawan kemacetan dan kriminalitas.

Selain itu, potensi gangguan kamtibmas menjadi perhatian dalam operasi tersebut. Mulai dari peningkatan mobilitas masyarakat, rumah yang kosong saat mudik, hingga kerawanan kejahatan konvensional.

"Potensi kerawanan seperti meningkatnya mobilitas masyarakat, kepadatan lalu lintas hingga potensi kriminalitas, termasuk pencurian di rumah kosong yang ditinggalkan pemudik juga akan kami antisipasi," ungkapnya.

Berbagai upaya pengamanan itulah yang turut menjadi atensi pada pelaksanaan apel yang berlangsung pada hari ini, Kamis (12/3/2026). Menurut Taat, apel gelar pasukan tersebut merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana sebelum operasi dimulai.

Baca Juga : Lebaran Enaknya Liburan ke Mana? Ini Rekomendasi Destinasi Wisata yang Bisa Dikunjungi

"Apel gelar pasukan ini merupakan suatu bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen dan sinergitas lintas sektor dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat Semeru 2026," katanya.

Pada penegasannya, Taat menyebut pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 juga turut ditujukan untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Termasuk menjamin kelancaran arus mudik maupun balik Lebaran.

"Sehingga diharapkan pada pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah ini dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib dan lancar," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Taat juga menekankan akan pentingnya sinergitas dari seluruh pihak. Sehingga pelaksanaan pengamanan Lebaran nantinya dapat berjalan optimal.

"Keberhasilan Operasi Ketupat ini merupakan tanggung jawab bersama. Terus tingkatkan sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas, bersama kita wujudkan mudik aman, keluarga bahagia," pungkas Taat.