Pasokan Jajanan Lebaran di Malang Melimpah, Satgas Pangan Imbau Cek Kedaluwarsa Sebelum Beli

14 - Mar - 2026, 04:59

Salah satu jajanan yang lazim diburu oleh masyarakat jelang Lebaran Idul Fitri. (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijrah/2026 Masehi, Satgas Pangan Polres Malang bersama sejumlah pihak terkait kian intensif melakukan pengecekan ke lapangan termasuk ke sejumlah pasar tradisional. Hasilnya, sejumlah bahan pokok dan barang penting (Bapokting) hingga aneka snack dan jajanan lebaran stoknya terpantau melimpah.

Meski demikian, Wakasatgas Pangan Polres Malang Iptu Transtoto Argo menyebut, beberapa komoditas Bapokting terutama cabai mengalami kenaikan harga walau tak terlalu signifikan. Sedangkan untuk stok jajanan Lebaran diperkirakan masih sangat mumpuni untuk memenuhi permintaan pasar.

Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku

"Jadi untuk jajanan atau snack baik yang dalam bentuk kaleng maupun dalam bentuk kemasan lainnya, telah kami lakukan pengecekan dan memang untuk stoknya cukup banyak," ujarnya.

Khusus untuk jajanan Lebaran, diutarakan Transtoto, pengecekan tidak hanya di fokuskan pada stok dan harga. Namun juga pada sektor kelayakan konsumsi hingga kedaluwarsa.

"Kami juga melakukan pengecekan terkait dengan kedaluwarsanya maupun kelayakan untuk konsumsi, tapi kami tidak menemukan adanya temuan," tuturnya.

Temuan yang dimaksud tersebut, dijelaskan Transtoto, ialah terkait adanya jajanan Lebaran yang kedaluwarsa maupun tak layak konsumsi yang ditemukan oleh Tim Satgas Pangan di Kabupaten Malang. "Kami pastikan bahwa untuk kedaluwarsa masih berlaku panjang dan juga masih layak konsumsi," tuturnya.

Transtoto turut mengimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti sebelum membeli jajanan Lebaran. Termasuk mengecek label kedaluwarsanya.

"Kami juga memberikan edukasi kepada para penjual untuk memastikan dulu sebelum diberikan kepada customer. Bahwa barang yang dijual harus dicek dulu, disampaikan kepada customer bahwa barang tersebut memang masih lama kedaluwarsanya dan masih layak untuk dikonsumsi," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan, Tim Satgas Pangan juga telah rutin melaksanakan pengecekan ke sejumlah pasar tradisional. Peninjauan turut dilakukan pada sejumlah komoditas yang di antaranya mulai dari beras, daging, telur hingga cabai. Selain itu, Tim Satgas Pangan juga turut mengecek pasokan jajanan jelang Lebaran.

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

Hasilnya, stok bahan-bahan pokok sudah terpenuhi semuanya dan untuk pasokan juga masih relatif aman. Sehingga diperkirakan cukup untuk memenuhi permintaan selama momentum Lebaran.

Meski stok dan pasokan Bapokting aman, namun demikian untuk sejumlah komoditas terutama cabai mengalami kenaikan harga. Cabai rawit sempat naik di angka Rp 80 ribu dari harga normalnya yang biasanya diangka antara Rp 70 ribu-Rp 75 ribu.

Berdasarkan penelusuran Tim Satgas Pangan, kenaikan harga cabai tersebut dipicu karena faktor cuaca. Sehingga tidak sampai berlangsung lama. Justru kenaikan harganya cenderung fluktuatif. Misalnya, hari ini harganya naik, besok atau beberapa hari setelahnya harganya kembali turun.

"Terpantau yang naik cuma cabai saja. Kemudian ada sedikit kenaikan di daging sapi dari Rp 120 ribu menjadi Rp 130 ribu. Akan tetapi daging yang naik ini adalah yang daging kualitas super. Tapi untuk daging yang kualitas standar harganya masih stabil," pungkas Transtoto.