Waspada Modus File APK Jelang Libur Lebaran, BRI Imbau Nasabah Lindungi Rekening dari Kejahatan Digital

16 - Mar - 2026, 06:36

Modus penipuan APK yang dikirim lewat aplikasi WhatsApp oleh oknum tak bertanggung jawab. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Menjelang periode libur Lebaran, aktivitas komunikasi dan transaksi digital masyarakat biasanya meningkat tajam. Di tengah momentum tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau nasabah untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital, khususnya penyebaran file berformat APK dari sumber tidak dikenal.

Modus ini umumnya berawal dari pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp oleh oknum tak bertanggung jawab yang mengaku sebagai pihak instansi resmi. Pesan tersebut biasanya dilengkapi narasi meyakinkan serta lampiran file yang dikemas seolah informasi penting, seperti undangan digital, resi pengiriman paket, dokumen layanan perpajakan, hingga surat pemberitahuan tertentu.

Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku

Padahal, file dengan format APK tersebut berpotensi mengandung program berbahaya atau malware yang dapat mencuri data pribadi, merusak sistem perangkat, hingga mengambil alih kendali ponsel tanpa disadari pengguna.

Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi, mengatakan bahwa pola kejahatan digital terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan layanan digital oleh masyarakat. Karena itu, kewaspadaan menjadi hal penting untuk melindungi data dan akses transaksi nasabah.

“BRI terus memperkuat sistem keamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap berbagai dinamika ancaman siber. Upaya pengamanan kami lakukan secara berkelanjutan untuk memastikan data serta akses transaksi nasabah tetap terlindungi,” ungkap Saladin, Senin (16/3/2026).

Ia menambahkan, keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi prioritas utama yang dijaga secara konsisten oleh perseroan melalui penguatan teknologi serta edukasi kepada masyarakat.

BRI juga mengimbau nasabah agar tidak sembarangan mengklik atau mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya. Selain itu, masyarakat diminta tidak meneruskan pesan, file, maupun tautan yang mencurigakan kepada orang lain.

“Jika menerima pesan yang terkesan mendesak, menawarkan hadiah, atau meminta verifikasi data pribadi dari nomor yang tidak dikenal, sebaiknya lakukan pengecekan terlebih dahulu. Pastikan kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan apa pun,” jelas Saladin.

Untuk menambah perlindungan, nasabah juga dianjurkan mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) pada layanan digital yang digunakan.

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

Sementara itu, jika seseorang terlanjur mengunduh dan memasang file APK mencurigakan, langkah awal yang disarankan adalah mematikan koneksi internet, baik data seluler maupun Wi-Fi, lalu segera menghapus aplikasi tersebut dari perangkat.

Nasabah juga diimbau mengganti username, PIN, dan password akun perbankan maupun email yang terhubung dengan perangkat tersebut. Bahkan, jika diperlukan, pengguna dapat melakukan reset setelan pabrik untuk memastikan perangkat benar-benar bersih dari potensi malware.

Selain itu, nomor pengirim yang terindikasi penipuan juga sebaiknya langsung diblokir. Apabila menemukan aktivitas mencurigakan pada rekening atau layanan digital, nasabah dapat segera menghubungi Contact BRI di 1500017 untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

“Pengenalan indikasi ancaman sejak awal sangat penting agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan digital. Kolaborasi antara BRI dan nasabah dalam menjaga keamanan menjadi fondasi penting untuk menciptakan ekosistem layanan digital yang aman dan nyaman,” tutup Saladin.