Puasa Syawal 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwal, Keutamaan dan Niatnya
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
21 - Mar - 2026, 08:25
JATIMTIMES - Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di Ramadan, umat Islam dianjurkan melanjutkannya dengan puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Amalan ini dikenal sebagai puasa Syawal dan memiliki keutamaan besar dalam Islam.
Anjuran tersebut bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa orang yang berpuasa Ramadan lalu dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal akan mendapatkan pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh.
Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku
Lalu, puasa Syawal 2026 mulai kapan dilaksanakan?
Awal pelaksanaan puasa Syawal bergantung pada penetapan Hari Raya Idulfitri. Secara umum, waktu yang paling utama untuk melaksanakan puasa Syawal adalah enam hari berturut-turut setelah Idulfitri, yaitu pada tanggal 2 hingga 7 Syawal.
Pada tahun 1447 Hijriah, terdapat perbedaan tanggal Idulfitri antara Muhammadiyah dan pemerintah. Muhammadiyah menetapkan Idulfitri lebih awal, yakni 20 Maret 2026. Berdasarkan penetapan tersebut, puasa Syawal bagi warga Muhammadiyah sudah dapat dimulai pada 21-26 Maret 2026.
Sementara itu, pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Dengan demikian, puasa Syawal dapat mulai dilaksanakan pada 22 - 27 Maret 2026.
Meski dianjurkan dilakukan segera setelah hari raya, puasa Syawal sebenarnya tidak harus dikerjakan secara berurutan. Seseorang tetap bisa menjalankannya di hari lain selama masih berada di bulan Syawal.
Orang yang menjalankan puasa enam hari tersebut tetap memperoleh keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadis, yakni pahala seperti berpuasa selama satu tahun.
Dalam literatur klasik Islam atau kitab turats, dijelaskan bahwa keutamaan puasa Syawal juga dapat diperoleh bagi orang yang melakukan qadha puasa Ramadan atau menunaikan puasa nazar di bulan Syawal.
Keterangan ini antara lain dijelaskan dalam kitab Nihayatuz Zain karya ulama Nusantara, Syekh Nawawi al-Bantani.
Bahkan, karena besarnya keutamaan puasa ini, seseorang yang tidak sempat melaksanakannya pada bulan Syawal dianjurkan untuk menggantinya pada bulan lain.
Untuk memantapkan ibadah, para ulama menganjurkan agar seseorang melafalkan niat ketika hendak menjalankan puasa Syawal.
Berikut lafal niat puasa Syawal yang dibaca pada malam hari.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Berbeda dengan puasa wajib, niat puasa sunah tidak harus dilakukan pada malam hari. Seseorang masih diperbolehkan berniat di siang hari selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi
Dalam kondisi tersebut, seseorang tetap bisa berniat menjalankan puasa Syawal ketika muncul keinginan untuk berpuasa.
Adapun lafaz niat yang dapat dibaca pada siang hari adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”
Demikian jawaban mengenai kapan mulai puasa Syawal, lengkap dengan jadwal, keutamaan dan niatnya. Semoga informasi ini bermanfaat.
