Bike to Work Jadi Kebijakan Baru Pemkot Malang, Pengamat Dorong Berlaku Setiap Hari Agar Hemat BBM

Reporter

Hendra Saputra

Editor

Dede Nana

27 - Mar - 2026, 07:10

Pengamat sepeda sekaligus pelaku usaha di bidang tersebut, Achmad Mukhlis (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai menggulirkan kebijakan bersepeda ke kantor atau bike to work bagi aparatur sipil negara setiap hari Jumat. Langkah ini tak hanya ditujukan untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penghematan bahan bakar minyak yang tengah digaungkan pemerintah pusat.

Kebijakan tersebut pun mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk pengamat sepeda sekaligus pelaku usaha di bidang tersebut, Achmad Mukhlis. Mukhlis, yang juga pemilik bengkel sepeda Kopi Bike, menilai kebijakan ini sebagai langkah awal yang tepat di tengah padatnya kendaraan bermotor di Kota Malang.

Baca Juga : RINGKASAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (RLPPD) KOTA MALANG TAHUN 2025

"Menurut saya, aturan atau kebijakan bike to work tiap Jumat bagi ASN Pemkot Malang merupakan langkah awal yang sangat bagus. Mengingat, kondisi Kota Malang ini sudah sangat padat dengan kendaraan bermotor dan aktivitas bersepeda ini juga bagus untuk kesehatan," jelas Mukhlis.

Ia menambahkan, kebijakan ini berpotensi menjadi contoh positif bagi masyarakat luas. Bahkan, tren bersepeda ke tempat kerja telah lebih dulu diterapkan di sejumlah negara maju seperti Belanda dan negara-negara Eropa lainnya.

"Secara tidak langsung, ini dapat menarik perhatian masyarakat yang melihatnya langsung dan dapat ditiru. Kalau bisa, penerapannya tidak hanya saat Jumat saja melainkan juga di hari-hari lainnya," terangnya.

Menurutnya, meski saat ini sepeda listrik dan kendaraan listrik mulai menjamur, minat terhadap sepeda konvensional masih tetap bertahan. Bahkan, segmen penggemarnya cenderung loyal.

"Memang tidak segencar waktu pandemi Covid, tetapi tren bersepeda ini punya pangsa pasar tersendiri yang fanatik. Ada atau tidaknya sepeda motor listrik dan sepeda listrik, dampaknya tidak begitu signifikan karena bersepeda punya segmen tersendiri," bebernya.

Mukhlis juga memprediksi tren sepeda pada 2026 masih akan didominasi oleh beberapa jenis populer seperti sepeda gunung, road bike, dan gravel. Selain itu, muncul pula tren sepeda kustom yang diarahkan menjadi commuter bike.

Baca Juga : Tak Sekadar Imbauan, Wali Kota Malang Dinas Pakai Sepeda

Sebagai informasi, commuter bike merupakan sepeda dengan frame berukuran 26 inci yang biasanya dilengkapi keranjang dan dimodifikasi agar nyaman digunakan untuk mobilitas di kawasan perkotaan.

"Di tahun ini, genrenya masih dipenuhi oleh sepeda gunung, road bike dan gravel. Tetapi ada yang membuat ide untuk mengkustom sepeda dengan dimensi roda yang lebih besar, tetapi ini sepertinya masih rumor," pungkasnya.