Banner ‘Lelah dengan Donasi’ Muncul, Dukungan Warga Griyashanta untuk Buka Ruang Diskusi

Reporter

Riski Wijaya

07 - Apr - 2026, 12:33

Banner yang terpasang di kawasan RW 12 Kelurahan Mojolangu.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Warga Perumahan Griyashanta menunjukkan komitmen membuka ruang diskusi terkait polemik yang tengah berlangsung. Upaya ini dilakukan untuk merumuskan solusi bersama dengan seluruh pihak berkepentingan.

Keseriusan itu ditunjukkan melalui pemasangan banner di sejumlah titik wilayah RW 12 Kelurahan Mojolangu. Lewat banner tersebut, Forum Komunikasi dan Diskusi Warga RW 12 Perumahan Griyashanta mengajak masyarakat untuk saling terbuka.

Baca Juga : Bansos PKH-BPNT Tahap 2 Cair Lebih Cepat? Ini Jadwal April 2026 

Koordinator forum, Irawan Satrijo, menjelaskan bahwa langkah ini menjadi bentuk nyata keseriusan warga dalam menjaring aspirasi. Terutama dari warga yang sebelumnya enggan menyampaikan pendapat.

“Ini bentuk keseriusan kami. Kami berusaha menjaring warga yang sebelumnya tidak berani speak up. Sejak awal, sebenarnya banyak juga warga yang setuju dengan rencana jalan tembus,” ujar Irawan, Selasa (7/4/2026).

Dalam banner tersebut, tercantum ajakan untuk bersinergi mencari solusi bersama. Selain itu, terdapat pula kalimat “Lelah dengan Donasi, Membuka Ruang Diskusi dan Solusi”.

Sebagai informasi, hal tersebut berkaitan dengan rencana pembangunan jalan tembus oleh Pemkot Malang. Kondisi itu menjadi polemik saat adanya warga yang ngotot menolak pembangunan jalan tembus di lahan yang berstatus PSU kewenangan Pemkot Malang. 

Irawan menegaskan bahwa pemasangan banner bukan sebagai aksi tandingan. Melainkan ajakan kepada seluruh elemen warga untuk duduk bersama dan berdialog.

“Faktanya, banyak warga tidak berani speak up karena merasa ewuh-pakewuh. Termasuk terkait donasi untuk kebutuhan selama polemik ini berlangsung,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, sejak polemik mencuat, sejumlah warga diminta berdonasi secara sukarela. Dana yang terkumpul bahkan mencapai puluhan juta rupiah dan digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk keperluan hukum.

Baca Juga : Sejumlah Rumah hingga Akses Jalan di Tirtoyudo Rusak Terdampak Longsor

Agar kondisi tidak berlarut, pihaknya mendorong terbentuknya ruang diskusi terbuka. Harapannya, warga yang selama ini cenderung diam dapat mulai menyampaikan pandangan.

Menurut Irawan, warga membutuhkan informasi yang utuh agar tidak lagi muncul kabar simpang siur. Ia mencontohkan isu pembangunan tower yang sempat beredar, namun kemudian terbukti tidak benar.

“Informasi yang simpang siur harus diluruskan. Dengan komunikasi terbuka, termasuk bertemu DPRD, kami berharap semua bisa menjadi lebih jelas,” pungkasnya.

Keberadaan banner tersebut menjadi simbol kegelisahan sekaligus harapan warga. Di balik ketenangan lingkungan, tersimpan dinamika yang masih berlangsung, dengan upaya sebagian warga untuk mengajak yang lain duduk bersama, membuka diri, dan mencari solusi secara kolektif.