PWI Jatim Nilai Pers Perlu Tingkatkan Kajian Kemandirian Fiskal Daerah
Reporter
Defit Budiamsyah
Editor
A Yahya
03 - Aug - 2026, 02:38
JATIMTIMES - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Luthfil Hakim, mendorong insan pers untuk memperkuat kajian mengenai kemandirian fiskal daerah agar dapat memberikan kritik yang berbasis data sekaligus solusi bagi pemerintah daerah.
Hal itu disampaikannya dipengujung acara Konferensi V Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan, yang digelar di aula lantai V gedung MUI Lamongan, Senin (3/7/2026). "Ketahanan fiskal kita masih sekitar 2,5 persen. Karena itu, teman-teman PWI harus memiliki kajian untuk mengkritik sekaligus memberikan solusi kepada pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," kata Luthfil.
Baca Juga : Tingkat Pendidikan Perempuan di Kota Batu Membaik, Lulusan SMA Ke Atas Tembus 46,88 Persen
Dirinya menilai pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga dapat menjadi mediator antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.
“Hal itu penting untuk mendorong optimalisasi sektor unggulan yang berkontribusi terhadap peningkatan PAD dan memperkuat kemandirian fiskal daerah,” terusnya.
Luthfil juga menyoroti sektor pertanian Lamongan yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional. Menurutnya, tingginya produksi padi harus diiringi dengan pemenuhan kebutuhan benih, irigasi, pupuk, dan infrastruktur pertanian agar produktivitas dapat terus dipertahankan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Indonesia pada 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 13,29 persen dibandingkan 2024.
Kenaikan tersebut ditopang oleh luas panen sekitar 11,32 juta hektare dan menghasilkan produksi beras nasional sebesar 34,69 juta ton untuk konsumsi pangan penduduk.
Capaian tersebut menegaskan posisi Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan utama di tingkat provinsi maupun nasional.
Baca Juga : Heboh Koran Belanda Sebut Indonesia Menuju Kebangkrutan, Apa Isi Analisisnya?
Sementara itu, dalam APBD 2026 Pemerintah Kabupaten Lamongan menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar sekitar Rp670 miliar.
Luthfil berharap insan pers dapat memperkuat fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi mitra kritis pemerintah dalam mendorong kebijakan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian fiskal daerah.
Pada kesempatan itu, Konferensi PWI Kabupaten Lamongan ke-V menetapkan Kadam Mustoko sebagai Ketua PWI Kabupaten Lamongan untuk masa bakti tiga tahun ke depan.
Ia terpilih dalam forum konferensi yang diikuti puluhan anggota PWI setempat dan diharapkan dapat memperkuat peran organisasi dalam mendukung profesionalisme pers serta pembangunan daerah.
