Siswa Madrasah Meninggal Usai Terseret Ombak di Pantai Cemara Situbondo
Reporter
Wisnu Bangun Saputro
Editor
Dede Nana
20 - Aug - 2026, 04:38
JATIMTIMES – Seorang siswa madrasah meninggal dunia setelah terseret ombak di kawasan Pantai Cemara, Dusun Demung Barat, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Kamis (20/8/2026).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Situbondo Timbul Surjanto melalui Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo Puriyono membenarkan adanya kejadian kecelakaan laut tersebut.
Baca Juga : Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta, MTs Nurul Huda Blitar Beri Jaket Gratis untuk Siswa Baru
Puriyono mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB ketika rombongan siswa dan guru pendamping dari sebuah madrasah ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Besuki sedang beristirahat di kawasan Pantai Cemara.
"Rombongan siswa dan guru pendamping sebelumnya melakukan latihan gerak jalan dari sekolah menuju kawasan Demung. Setelah sampai di Pantai Cemara, mereka beristirahat sebelum kembali ke sekolah," ujar Puriyono.
Menurutnya, korban bersama sejumlah temannya sempat meminta izin kepada guru pendamping untuk bermain atau mandi di laut. Namun, permintaan tersebut tidak diizinkan oleh guru.
"Korban sebelumnya sempat meminta izin kepada guru pendamping untuk mandi di pantai, tetapi tidak diizinkan. Tidak lama kemudian, ada siswa yang melaporkan korban terseret ombak ke arah tengah laut," jelasnya.
Mendapat laporan tersebut, guru pendamping bersama warga sekitar langsung berupaya memberikan pertolongan. Petugas dan unsur terkait kemudian melakukan penanganan serta evakuasi terhadap korban.
Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Besuki untuk mendapatkan penanganan medis. Sekitar pukul 10.35 WIB, korban tiba di rumah sakit dan langsung mendapatkan pertolongan di ruang instalasi gawat darurat (IGD). Namun, berdasarkan laporan yang diterima BPBD Situbondo, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.
Puriyono menjelaskan, setelah proses penanganan di rumah sakit selesai, korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. Dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD Situbondo berkoordinasi dengan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Polsek Besuki, Koramil Besuki, Satpolairud Polres Situbondo, Tagana Dinas Sosial, guru pendamping serta masyarakat sekitar.
Baca Juga : Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta, MTs Nurul Huda Blitar Beri Jaket Gratis untuk Siswa Baru
BPBD Kabupaten Situbondo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kawasan pesisir. Terlebih, kondisi gelombang laut dapat berubah dan berpotensi membahayakan keselamatan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk sementara tidak melakukan aktivitas di laut apabila kondisi gelombang dinilai membahayakan. Keselamatan harus menjadi prioritas," kata Puriyono.
BPBD Situbondo juga mengingatkan orang tua, guru, dan pendamping kegiatan anak agar memastikan pengawasan tetap dilakukan secara ketat ketika berada di kawasan pantai.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kawasan laut memiliki potensi bahaya, sehingga anak-anak perlu mendapatkan pendampingan dan edukasi keselamatan selama berada di sekitar perairan.
