Produk Unggulan UMKM Binaan BI Malang Tembus Panggung Nasional KKI 2026
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
25 - Aug - 2026, 10:07
JATIMTIMES - Produk unggulan sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang berhasil menembus panggung nasional melalui gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.
KKI 2026 menjadi salah satu agenda tahunan Bank Indonesia untuk mendorong pengembangan UMKM sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha dari berbagai daerah. Tahun ini, KKI mengusung semangat "Beudaya MeusareSare" dari Aceh yang bermakna berdaya bersama-sama.
Baca Juga : Vietnam vs Thailand di Final ASEAN Cup 2026: Siapa Lebih Unggul? Ini 5 Faktanya
Gelaran ini berlangsung pada 20-23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. KKI 2026 juga menjadi bagian dari upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.

Foto bersama para UMKM usai produknya ditampilkan di panggung KKI. (Foto: istimewa)
Kegiatan KKI dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan keikutsertaan UMKM binaan BI Malang dalam KKI menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas.
"Keikutsertaan UMKM binaan Bank Indonesia Malang dalam KKI 2026 menjadi bagian dari upaya kami untuk terus mendorong UMKM agar naik kelas, memperluas pasar, dan semakin berdaya saing," ujar Indra.
Pada KKI 2026, Kantor Perwakilan BI Malang membawa 11 UMKM binaan terbaik. Mereka adalah Shoeka Shoes, Batik Olive, Hunay, Famchips, Bangzay, Rizza Bordir, Kokedama, Maringrang Arts, Kriya Alam Indonesia, Macadamia, dan Desa Wisata Poncokusumo.
Produk yang ditampilkan pun beragam. Mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif yang mengangkat potensi lokal.

Produk UMKM yang diparadekan oleh para model di panggung KKI. (Foto: istimewa)
Partisipasi ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk. Para pelaku UMKM juga berkesempatan memperluas jejaring bisnis serta membuka peluang akses pasar dan pembiayaan.
Kiprah UMKM binaan BI Malang semakin membanggakan setelah Shoeka Shoes meraih penghargaan sebagai Juara 3 UMKM dengan Jumlah Transaksi Terbanyak pada Area Wastra dan Laras Nusantara KKI 2026.
Indra menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk UMKM daerah memiliki peluang untuk bersaing di tingkat nasional apabila mendapatkan pendampingan dan akses pasar yang tepat.
Baca Juga : Kasus Mamin Fiktif BKPP Disorot Jelang Kedatangan KPK, GRIB JAYA Banyuwangi Desak Buka Kembali Penyidikan
"Kami tentu mengapresiasi capaian UMKM binaan yang berhasil tampil dan berprestasi di tingkat nasional. Ini menunjukkan bahwa produk-produk lokal dari Malang dan sekitarnya memiliki kualitas serta potensi pasar yang sangat baik," katanya.
Secara nasional, KKI 2026 mencatat perkembangan positif. Hingga 22 Agustus 2026, penjualan sementara mencapai Rp144,2 miliar, meningkat 46 persen dibandingkan capaian pada 2025.
Sementara itu, business matching (BM) ekspor mencatat nilai Rp169,9 miliar. Kegiatan tersebut melibatkan 192 UMKM dengan pembeli dari 16 negara.
Untuk BM pembiayaan, nilainya mencapai Rp285 miliar atau meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.
Capaian tersebut menunjukkan semakin terbukanya akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, serta jaringan bisnis, baik di dalam maupun luar negeri.
KKI 2026 sendiri melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Hampir 560 UMKM mengikuti kegiatan secara luring dengan menampilkan produk unggulan seperti wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, serta berbagai karya kreatif generasi muda.
Penyelenggaraan KKI juga diperkuat kolaborasi dengan 27 kementerian/lembaga dan 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.
Pengembangan, kurasi, hingga perluasan akses pasar UMKM turut didukung jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan lima Kantor Perwakilan Luar Negeri Bank Indonesia.
Indra menjelaskan bahwa pengembangan UMKM tidak berhenti pada keikutsertaan dalam pameran atau ajang promosi. Bank Indonesia terus mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat fondasi bisnis agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, penguatan inovasi, digitalisasi, serta pengembangan ekosistem UMKM.
"Ke depan, sinergi dengan UMKM, pemerintah, industri, lembaga keuangan, pembeli global, dan berbagai mitra strategis akan terus kami perkuat. Harapannya, UMKM dapat tumbuh semakin tangguh, inovatif, dan berdaya saing," tutup Indra.
