(Foto: screenshot video Dinas Kesehatan Kota Batu)
(Foto: screenshot video Dinas Kesehatan Kota Batu)

Panggil saja mbak Di, dia adalah orang pertama yang dinyatakan positif atau konfirm  covid-19 di Kota Batu. Mbak Di sudah dinyatakan sehat sejak Sabtu (11/4/2020), lalu bagaimana pengalamannya menghadapi virus tersebut?

Pengalamannya itu pun langsung dibagi oleh Dinas Kesehatan Kota Batu. Pengalaman itu sebagaimana hasil wawancara Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari dengan pasien. “Mbak Di orang yang luar biasa pasien konfirm kondisi sehat sejak Sabtu 11 April,” kata Kartika.

Dalam video berdurasi 7 menit 36 detik itu, Dinas Kesehatan Kota Batu bersama Mbak Di ingin menyampaikan bahwa memilih berpikir yang positif mampu menyembuhkan virus tersebut.

“Jadi begini ya temen-temen, kemarin itu saya tanggal 17 Maret, ada dari pihak Puskesmas berkunjung ke hotel mau diadakan screening tes covid-19 gitu. Terus mereka semua dites satu persatu,” kata Mbak Di.

“Nah yang ada gejala kayak batuk atau demam yang menunjukkan gejala covid itu baru di-rapid test sama swab. Nah pada saat itu saya bilang pada pihak puskesmasnya bahwa kemarin 1 Minggu yang lalu sebelum tanggl 17 saya ya ada gejala batuk-batuk gitu, tapi ya biasa gitu,” imbuhnya.

Saat mengetahui hanya batuk ringan, pihak puskesmas melakukan Ttndakan dengan rapid test dan swab dan hasilnya diketahui 27 Maret lalu. Pihak puskesmas menghubungi mbak Di, rencananya akan berkunjung ke kos, akan memberikan informasi.

“Kemudian setelah sampai ke kosnya saya diinfokan bahwa saya terkena covid 19, saya dinyatakan positif. Ya perasaan saya, panik, syok, syok gitu masak, gak percaya aja, saya tanpa gejala, saya merasa sehat-sehat aja dan ternyata dinyatakan positif,” jelas mbak Di.

Upaya untuk mengatasi kepanikan saat itu, mbak Di telepon keluarganya. Pertama kali yang dihubungi adalah kakaknya. “Dan kakak saya langsung saja syok gitu kemudian kakak saya bilang semangat, semua penyakit itu pasti ada sembuh dan semua penyakit itu ada obatnya, gitu,” tambahnya.

“Kamu pasti bisa sembuh, kata-kata itu yang bikin saya semangat dan saya langsung berpikir positif gitu," kata dia.

Karena kesembuhan itu lanjutanya, tergantung dari cara berpikir, maka dari itu mengajak untuk berpikir dengan positif, bahwa bisa sembuh. Ia pun juga membagikan pengalamannya selama diisolasi 15 hari di Rumah Sakit Umum Karsa Husada Kota Batu.

“Perawatannya dari orang-orang tenaga medis sungguh sangat luar biasa menurut saya. Mereka memenuhi kebutuhan, seperti kita orang-orang sakit. Para perawat juga mensupport kita karena gak ada gejala saya cuma dikasih vitamin c dan vitamin b,” ungkapnya.

“Untuk teman-teman semuanya yang terkena covid saat ini cepat sembuh. Sehat selalu dan bikin untuk selalu Bahagia jangan sampai imunitas itu turun selalu berfikir positif,” harapnya.

Ia pun mengimbau agar tidak ada kepanikan untuk masyarakat dan cukup stay di rumah aja.