Aris Setiawan, kepala Puskesmas Kauman saat olah raga di Rusunawa Kauman / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Aris Setiawan, kepala Puskesmas Kauman saat olah raga di Rusunawa Kauman / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Salah satu tenaga medis yang dinyatakan positif Covid-19, Aris Setiawan kepala Puskesmas Kauman harus menjalani karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung. Aris yang terinfeksi dari pelatihan haji di Surabaya mengaku telah lima hari masuk karantina dan dalam keadaan sehat.

"Saya dalam keadaan sehat, tidak ada keluhan. Tidak seperti kabar di luar yang mengatakan saya sakit," kata Aris, Jumat (17/04) sore.

Jika dihitung, Aris diperkirakan terinfeksi sudah 25 hari lalu. Namun, karena tidak mengalami keluhan dan hasil rapid test sebelumnya negatif dirinya melalukan aktivitas seperti biasa.

"Selepas dari Surabaya saya tidak ketemu pasien, di ruangan saya selalu menggunakan APD dan jaga jarak," ujar Aris.

Hasilnya, dengan melakukan itu setelah dilakukan tracing dengan rapid test semua petugas medis dan karyawan di Puskesmas Kauman yang dipimpinnya dinyatakan negatif.

"Kawan-kawan yang di puskesmas Kauman setelah di-rapid tes dinyatakan negatif," ungkapnya.

Kembali ke karantina, Aris menjalaninya dengan tetap melakukan aktivitas untuk menjaga kesehatan. Salah satunya dengan selalu menyempatkan diri berolahraga baik di dalam dan luar rusunawa.

"Petugas kesehatan ini sama seperti yang lain dilindungi petugas kesehatan dan jangan takut. Yang wajib itu masyarakat harus jujur ke petugas kesehatan, dia habis dari mana dan kontak dengan siapa jika ditanya," terangnya.

Selama di karantina dirinya juga mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Ikuti saja protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan pola hidup sehat dengan makan dan olah raga terus berpikir positif," ungkapnya.

Dirinya berharap masyarakat mendukung bagi siapapun pasien positif Covid-19 yang kebetulan harus karantina atau yang harus dirawat di Rumah sakit.

"Setelah pulang, mereka adalah orang sehat yang malah sudah punya imunitas dari virus covid ini. Jadi mereka yang pasca karantina atau dirawat jangan dikucilkan atau hilangkan stigma negatif," paparnya.

Namun demikian, Aris meminta agar masyarakat tetap melakukan psycal Distancing atau jaga jarak selama virus ini masih belum musnah dari bumi.

"Karena tidak mungkin juga yang kenal boleh dekat yang lain tidak boleh dekat, prinsipnya sama tetap jaga jarak," imbuhnya.

Selama di karantina dirinya tetap dapat berkomunikasi dengan keluarga di rumah dengan video call. Istri dan anak-anak menurut Aris juga telah melakukan isolasi mandiri dirumah dan tidak keluar.

"Ini baru saja saya komunikasi, istri dan anak-anak saya isolasi diri di rumah, tidak keluar," pungkasnya.

Penyebutan nama dalam berita ini sudah melalui konfirmasi dan mendapatkan izin oleh pasien yang telah dinyatakan positif Covid-19 dengan wawancara melalui WhatsApp.