Logo BRI (Istimewa)
Logo BRI (Istimewa)

Masyarakat kembali dihebohkan oleh kabar bahwa 30 karyawan BRI Kanwil Malang terjangkit covid-19. Bahkan disebutkan ada petinggi yang meninggal dunia. 

Pesan berantai mengenai kabar itu pun sudah menyebar luas di kalangan masyarakat.

Baca Juga : Rekor Baru, Sehari Kota Malang Tambah 21 Kasus Positif Covid-19

Tak lama setelah tersebarnya kabar adanya karyawan yang terjangkit covid-19, muncul kembali pesan berantai lainnya. Pesan tersebut berisi lima poin dengan mengatasnamakan diri sebagai Humas Kanwil BRI Malang Rahman Arif. Tetapi, pesan itu tidak berisi jawaban pasti atas kabar 30 karyawan positif covid-19 dan ada petinggi yang meninggal dunia.

Dalam pesan berantai itu disebutkan bahwa BRI telah melakukan langkah antisipatif dengan melakukan kordinasi bersama beberapa rumah sakit rujukan pemerintah di Kota Malang untuk segera melakukan perawatan pekerja tersebut.

Selain itu, BRI sedang melakukan koordinasi dan pemantauan bagi pekerja yang melakukan isolasi mandiri sesuai dengan protokol kesehatan.

Atas pekerja yang memiliki gejala atau indikasi tidak sehat, saat ini BRI telah melakukan tindakan cepat. Di antaranya melakukan observasi dan tes. "Kami juga tengah melakukan tracing atas aktivitas dan kontak yang dilakukan oleh pekerja terpapar untuk memutus mata rantai dan mencegah penularan di sekitar," tulis keterangan dalam poin keempat pesan berantai tersebut.

Kemudian dalam poin keempat juga disebutkan, sebagai upaya memberikan proteksi dan keamanan bagi pekerja dan nasabah BRI, saat ini BRI menutup Kantor Wilayah Malang untuk dilakukan sterilisasi guna menekan penyebaran covid -19.

Penutupan tersebut dilakukan dalam batas waktu yang belum ditentukan. Sebagai alternate site, pelayanan dan operasional dipindahkan ke gedung baru yang terletak di alamat yang sama, yakni Jalan Martadinata 80.

Baca Juga : Kapolres Sesalkan Masyarakat Kabupaten Malang Belum Total Terapkan Protokol Kesehatan

"BRI memastikan pelayanan kepada nasabah dapat terus berjalan dengan normal dengan selalu menerapkan protokol kesehatan pelayanan," bunyi poin kelima.

Namun, sebelumnya, salah satu karyawan BRI Malang pun menyatakan bahwa informasi yang beredar di pesan singkat WhatsApp itu tidak benar alias hoax. Karyawan yang bersangkutan menghubungi MalangTIMES dan menyampaikan bahwa keterangan jelas akan disampaikan dalam konferensi pers yang akan digelar pada Selasa (7/7/2020) pukul 15.00 WIB. "Itu hoax," katanya singkat.