JATIMTIMES - Campak kembali memberi sinyal bahaya di Kota Malang. Bukan pada balita semata, melainkan justru anak usia sekolah. Temuan ini mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi bagi puluhan ribu anak.
Sepanjang tahun 2025, Dinkes Kota Malang mencatat sekitar 300 kasus suspect campak di lima kecamatan. Dari hasil pemeriksaan laboratorium yang dilaporkan awal 2026, 17 kasus dinyatakan positif campak. Fakta yang cukup mencolok, mayoritas kasus terjadi pada anak usia 5 hingga 11 tahun.
Baca Juga : Peserta 6 Tahun Ikut Lomba Baca Berita Jatim Times 2026, Bikin Juri Kagum
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyebut temuan tersebut menjadi alarm serius. Sebab, usia tersebut merupakan kelompok yang seharusnya sudah terlindungi imunisasi dasar.
“Kasus terkonfirmasi ini hasil pemeriksaan sampel darah. Dari data 2025, ada 10 kasus di Kedungkandang, 3 kasus di Sukun dan 4 kasus di Lowokwaru,” jelas Husnul, Selasa (3/2/2026).
Ia mengungkapkan, sebagian anak yang terpapar ternyata belum mendapatkan imunisasi rutin lengkap. Kondisi ini membuka celah penularan, terutama di lingkungan sekolah yang memiliki interaksi tinggi.
“Rentang usia 5 sampai 11 tahun menjadi kelompok paling banyak terkonfirmasi. Ini menunjukkan masih ada kekosongan perlindungan imunisasi,” ungkapnya.
Atas dasar rekomendasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, wilayah dengan temuan kasus campak tersebut langsung ditetapkan sebagai sasaran ORI campak massal. Imunisasi diberikan kepada anak usia 9 bulan hingga 13 tahun, tanpa memandang riwayat imunisasi sebelumnya.
“Sasaran ORI di Kota Malang sekitar 32 ribu anak, dengan fokus di Kecamatan Kedungkandang dan Sukun,” kata Husnul.
Baca Juga : 6 Keuntungan Lolos SNBP 2026: Jalur Tanpa Tes yang Jadi Incaran Siswa Berprestasi
Pelaksanaan ORI dijadwalkan berlangsung selama 2–6 Februari 2026, melibatkan puskesmas, sekolah, serta lintas sektor terkait. Langkah ini diharapkan mampu menutup celah penularan campak, terutama di kelompok usia sekolah.
Husnul menambahkan, orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal campak. Umumnya diawali demam, lalu muncul ruam berupa bintik merah dari belakang telinga, menyebar ke wajah hingga dada dan punggung. Pada kondisi berat, campak bisa disertai batuk, sakit tenggorokan, hingga mata merah.
“Gejala-gejala ini perlu diwaspadai. Karena itu, imunisasi di usia dasar, termasuk sejak sembilan bulan, menjadi sangat penting,” pungkasnya
