JATIMTIMES – Tim gabungan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Satgas Pangan Kabupaten Kediri melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di pusat perdagangan wilayah Pare pada Kamis (12/2). Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang bulan suci Ramadan.
Sidak menyasar tiga titik utama, yakni Pasar Induk Pare, Pasar Pamenang Pare, dan TOP Swalayan Pare. Pemantauan dilakukan secara intensif pada komoditas strategis seperti beras, daging sapi, daging ayam, telur, minyak goreng, hingga aneka cabai dan bawang.
Baca Juga : Kasus Pembobol Brankas Emas di Junrejo Terkuak: Modus Pantau Update Status Korban, Terancam 9 Tahun Penjara
Kasubag TU Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas RI, Puspa Dewi, mengapresiasi kondisi pasar di Kabupaten Kediri yang dinilai relatif terkendali.
"Dari pantauan lapangan, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Kediri masih stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, kami tetap melakukan pengawasan ketat. Jika ditemukan spekulan yang menaikkan harga secara tidak wajar, sanksi tegas akan diberlakukan," tegas Puspa Dewi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengimbau masyarakat agar tidak khawatir akan kelangkaan barang. Ia menjamin stok pangan untuk menyambut Ramadan tahun ini dalam posisi aman dan melimpah.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pemkab Kediri telah menyiapkan tiga langkah strategis:
- Gerakan Pangan Murah (GPM): Penyediaan bahan pokok harga produsen secara berkala.
- Operasi Pasar Mandiri: Menjaga keseimbangan harga di tingkat konsumen dan pengecer.
- Pengawasan Ketat Jalur Distribusi: Memastikan tidak ada kendala logistik dari hulu ke hilir.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Kediri, Iptu Adjie Rizky Ananda, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari tingkat petani, produsen, distributor, hingga retail. Meski secara umum stabil, ditemukan fluktuasi pada komoditas cabai rawit merah akibat faktor cuaca yang mempengaruhi hasil panen secara nasional.
Baca Juga : Kunker Maraton ke Jatim, Menko Bidang Pangan Zulhas Pastikan Kebutuhan SPPG Bakal Disuplai Koperasi Desa
"Kami dari Satgas Pangan akan terus berkolaborasi untuk memastikan tidak terjadi disparitas harga yang tidak wajar. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya penimbunan, namun kami memperingatkan para pelaku usaha agar tidak melakukan praktik curang demi keuntungan pribadi," ujar Iptu Adjie.
Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen untuk terus bersinergi lintas instansi guna menghadirkan ketenangan bagi umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa melalui keterjangkauan harga dan kemudahan akses pangan.
