Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

Netanyahu Kirim Sinyal Ancaman kepada Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei di Tengah Perang Udara

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

13 - Mar - 2026, 10:06

Placeholder
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. (Foto X @Mr.While)

JATIMTIMES - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menyampaikan sinyal ancaman tersirat kepada pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei di tengah meningkatnya ketegangan akibat perang udara antara Israel dan Iran yang turut melibatkan Amerika Serikat. Meski konflik terus memanas, Netanyahu mengakui bahwa perang tersebut belum tentu berujung pada runtuhnya pemerintahan di Teheran.

Dalam konferensi pers pertamanya sejak operasi militer dimulai, Netanyahu menilai Iran telah mengalami perubahan besar setelah hampir dua pekan digempur serangan udara intensif. Ia mengatakan bahwa sejumlah target strategis milik Iran telah dihantam, termasuk fasilitas militer serta kekuatan elit yang selama ini menjadi tulang punggung pertahanan negara tersebut.

Baca Juga : Tren Penggunaan Proxy Site untuk Akses Video Yandex Tanpa Blokir Terus Meningkat Sepanjang Tahun 2026

Menurut Netanyahu, serangan Israel menargetkan kekuatan utama Iran seperti Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan milisi paramiliter Basij. Kedua kelompok ini dikenal memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kekuasaan pemerintah Iran sekaligus menjalankan berbagai operasi militer dan keamanan di dalam maupun luar negeri.

Ia menyebut bahwa kerusakan yang ditimbulkan dari serangan udara tersebut telah melemahkan struktur militer Iran secara signifikan. Meski begitu, Netanyahu menegaskan bahwa konflik yang sedang berlangsung tidak semata-mata bertujuan menghancurkan kekuatan militer Iran, tetapi juga menekan kepemimpinan politik di Teheran.

“Saya tidak akan memberikan polis asuransi jiwa kepada para pemimpin organisasi teroris mana pun. Saya tidak berniat memberikan laporan yang tepat di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan,” kata Netanyahu seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/3/2026).

Selain Iran, Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel akan terus melancarkan serangan terhadap kelompok bersenjata Hezbollah di Lebanon. Kelompok tersebut diketahui memiliki hubungan erat dengan pemerintah Iran dan sering disebut sebagai salah satu sekutu utama Teheran di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan meningkat setelah Hizbullah meluncurkan serangan pada 2 Maret 2026. Serangan itu disebut sebagai balasan atas terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, yang juga merupakan ayah dari Mojtaba Khamenei.

Kematian Ali Khamenei memicu perubahan besar dalam kepemimpinan Iran. Mojtaba Khamenei kemudian muncul sebagai figur yang mengambil alih posisi penting dalam struktur kekuasaan negara tersebut.

Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan memberikan ruang aman bagi para pemimpin kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi negaranya.

Situasi di lapangan masih sangat tegang. Saat Netanyahu menyampaikan pernyataannya kepada media, sirene peringatan serangan rudal dari Iran terdengar di sejumlah wilayah tengah Israel. Hal ini menunjukkan bahwa serangan balasan dari Iran masih terus berlangsung.

Konflik antara Israel dan Iran kini telah memasuki pekan kedua dengan intensitas serangan yang terus meningkat. Kedua pihak saling melancarkan serangan udara, rudal, dan drone yang menargetkan fasilitas militer maupun infrastruktur strategis.

Tujuan Israel: Hentikan Program Nuklir Iran

Pemerintah Israel menyatakan bahwa tujuan utama operasi militer terhadap Iran adalah untuk menghilangkan ancaman yang mereka anggap sebagai ancaman eksistensial. Ancaman tersebut berkaitan dengan program nuklir dan pengembangan rudal balistik yang terus dilakukan oleh Teheran.

Baca Juga : Robot Seks AI Emma Diluncurkan, Bisa Bercakap dan Punya Selera Humor

Israel menilai program nuklir Iran berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan Timur Tengah jika tidak dihentikan. Oleh karena itu, operasi militer ini juga dimaksudkan untuk melemahkan kemampuan strategis Iran dalam jangka panjang.

Selain aspek militer, Israel juga menyebut bahwa mereka berharap konflik ini dapat memicu tekanan politik dari dalam negeri Iran. Netanyahu mengatakan bahwa salah satu kemungkinan yang diharapkan adalah munculnya perlawanan dari rakyat Iran terhadap pemerintahan mereka sendiri.

Meski banyak laporan menyebutkan bahwa sebagian warga Iran menginginkan perubahan politik bahkan ada yang merayakan kematian Ali Khamenei hingga saat ini belum terlihat adanya gelombang demonstrasi besar sejak perang dimulai.

Ketika ditanya apakah Israel memberikan dukungan kepada kelompok oposisi Iran, Netanyahu tidak memberikan jawaban secara rinci. Ia juga tidak menjelaskan apakah Israel secara langsung mempersenjatai kelompok yang menentang pemerintahan di Teheran.

Namun ia mengakui bahwa Israel berupaya menciptakan kondisi yang dapat melemahkan pemerintahan Iran dari dalam.

“Saya tidak akan merinci tindakan yang kami ambil. Kami sedang menciptakan kondisi optimal untuk menjatuhkan rezim tersebut, tetapi saya tidak bisa memastikan bahwa rakyat Iran akan menjatuhkan rezim itu. Rezim biasanya dijatuhkan dari dalam,” kata Netanyahu.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa Israel tetap berupaya membantu proses tersebut. “Tetapi kami tentu bisa membantu, dan kami memang membantu,” ujarnya.

Konflik yang terus berlangsung ini membuat situasi keamanan di Timur Tengah semakin tidak menentu. Banyak pihak khawatir perang terbuka antara Israel dan Iran dapat memicu konflik yang lebih luas di kawasan.


Topik

Internasional israel iran netanyahu mojtaba khamaenei amerika timur tengah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana