Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Iran Ancam Kejar dan Bunuh Netanyahu, Ketegangan dengan Israel-AS Makin Memanas

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

15 - Mar - 2026, 19:09

Placeholder
Potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang diduga tampil dengan AI lantaran diduga memiliki enam jari. (Foto: X)

JATIMTIMES - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Garda Revolusi Iran mengeluarkan pernyataan keras dengan menyebut akan terus memburu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di tengah konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Pernyataan tersebut disampaikan melalui situs resmi Garda Revolusi Iran, Sepah News, saat konflik bersenjata antara Iran, Israel, dan AS masih berlangsung.

Baca Juga : Liburan ke Timur Tengah Batal? Ini 6 Destinasi Alternatif yang Tak Kalah Menarik

"Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," kata Garda Revolusi seperti dilaporkan AFP, Minggu (15/3/2026).

Pernyataan itu langsung menarik perhatian internasional lantaran menjadi ancaman keras dari pihak Iran terhadap pemimpin Israel. Nama Netanyahu pun menjadi trending hingga Minggu sore. 

Adapun, media India NDTV melaporkan bahwa pernyataan Garda Revolusi Iran ini muncul di tengah perbincangan di media sosial mengenai keberadaan Netanyahu. 

Seperti diberitakan, baru-baru ini viral di media sosial sebuah video yang menampilkan Netanyahu dengan tangan tampak seperti memiliki enam jari. Lantas banyak warganet yang menduga bahwa video Netanyahu itu kemungkinan telah diedit menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Meski demikian, tidak ada konfirmasi resmi terkait spekulasi tersebut.

Sebagaimana diberitakan, ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat meningkat sejak 28 Februari 2026, ketika Israel dan AS melancarkan serangan militer ke wilayah Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, yang saat itu menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran. Kematian tokoh Iran itu kemudian memicu gelombang serangan balasan dari Teheran.

Iran diketahui melancarkan serangan ke wilayah Israel, pangkalan militer AS di kawasan Teluk, hingga mengambil langkah drastis dengan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi dunia.

Baca Juga : 3 Skenario Penyelenggaraan Haji 2026 Disiapkan Pemerintah, Antisipasi Ketegangan Timur Tengah

Di tengah serangan balasan tersebut, Netanyahu sempat tidak terlihat di publik sehingga memunculkan berbagai spekulasi mengenai keberadaannya. 

Dilansir Reuters, Netanyahu akhirnya kembali muncul di hadapan publik pada Jumat (13/3/2026). Ia tampil melalui sambungan video dengan latar dua bendera Israel di belakangnya dan menjawab sejumlah pertanyaan dari media.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menyebut kondisi Iran telah berubah setelah hampir dua pekan mengalami serangan udara. Ia mengatakan Iran "tidak lagi sama" setelah hampir dua minggu pemboman. Dia bahkan mengatakan Garda Revolusi dan pasukan paramiliter Basij telah menderita.

Selain itu, Netanyahu juga menjelaskan bahwa Israel akan terus melakukan serangan terhadap Hizbullah di Lebanon, menyusul serangan yang dilakukan kelompok tersebut pada Senin (2/3) lalu.

Namun ketika ditanya mengenai langkah selanjutnya Israel terhadap Iran maupun Hizbullah, Netanyahu tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.


Topik

Peristiwa garda revolusi iran benjamin netanyahu perang iran-israel



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya