Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

5 Tanda Puasa Diterima Allah Menurut Ulama

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

23 - Mar - 2026, 09:03

Placeholder
Ilustrasi berpuasa. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, ibadah puasa seharusnya membawa perubahan nyata dalam diri seorang Muslim. Para ulama menyebut ada sejumlah tanda yang bisa menjadi indikator bahwa puasa seseorang diterima oleh Allah SWT.

Pendakwah lulusan Al-Azhar University, Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS, menjelaskan bahwa tanda puasa diterima Allah adalah perubahan sikap dan akhlak seseorang setelah menjalani Ramadan.

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

Menurutnya, ibadah yang diterima akan tercermin dalam perilaku sehari-hari yang lebih baik dibanding sebelumnya.

“Tanda ibadah itu diterima ada perubahan, yang sebelumnya pelit menjadi orang yang dermawan. Karena, dia sudah tahu hakikat hawa nafsu. Sebelumnya mungkin emosinya tidak terkendali, tapi sekarang menjadi orang yang sangat bijaksana. Jika sebelumnya menjadi orang yang kasar, sekarang lidahnya menjadi sangat lembut sopan santun, berbudi bahasa, tatakrama, dan berakhlakul karimah,” jelas UAS. 

Selain perubahan akhlak, ia juga menyinggung pentingnya kedekatan seorang Muslim dengan masjid setelah Ramadan.

“Lalu jika sebelumnya sangat tidak peduli kepada masjid. Setelah berpuasa, dia menjadi orang yang hatinya tergantung di masjid. Belum masuk waktu sholat dia sudah menyiapkan diri karena pendidikan madrasah Ramadhan,” katanya.

UAS menjelaskan bahwa Ramadan sejatinya adalah masa pendidikan spiritual bagi umat Islam.

“Jadi, Ramadhan bukan bulan penumpukan amal, tapi bulan pembiasaan diri secara fisik dan mental,” tambahnya. 

Dalam penjelasannya, UAS juga mengingatkan bahwa setiap ibadah dalam Islam memiliki tujuan yang jelas, termasuk puasa Ramadan.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur'an:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al-Baqarah: 183).

Menurut UAS, ayat tersebut menunjukkan bahwa tujuan puasa adalah membentuk ketakwaan kepada Allah SWT.

“Semua ritual dalam Islam itu ada tujuannya. Tujuan dari puasa di akhir ayat itu adalah supaya bertakwa kepada Allah, dan itu terwujud di bulan Ramadhan,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa suasana Ramadan melatih umat Islam untuk menahan diri dari berbagai larangan.

“Takut makan, takut minum, takut berhubungan kelamin, takut bicara aib orang, takut buat maksiat, takut mata jelalatan, takut melangkahkan kaki ke tempat yang haram, takut memikirkan yang tidak diridhai Allah, itu semua terasa pada saat bulan Ramadhan,” katanya.

Selain UAS, pendakwah Adi Hidayat atau akrab disapa UAH juga menjelaskan bahwa kualitas puasa dapat dilihat dari perubahan akhlak seseorang. Menurutnya, puasa yang benar akan melahirkan pribadi yang lebih baik, lebih disiplin dalam ibadah, serta mampu mengendalikan lisan dan hawa nafsu.

Baca Juga : Ingin Turunkan Berat Badan setelah Lebaran? Coba 5 Cara Ini agar Tubuh Kembali Ideal

UAH juga mengingatkan hadis Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya menjaga perilaku selama berpuasa.

Siapapun yang tidak bisa meninggalkan ucapan dusta dan perbuatan buruk saat berpuasa, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari, 1903)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perbuatan buruk.

“Jangan biarkan Ramadan berlalu tanpa perubahan. Jika hari ini kita masih sama seperti sebelum Ramadan, berarti ada yang perlu diperbaiki dalam ibadah kita,” pungkas UAH.

Merangkum penjelasan para ulama di atas, berikut JatimTIMES beberkan beberapa tanda yang sering disebut sebagai indikator puasa seseorang diterima:

1. Akhlak menjadi lebih baik

Seseorang yang sebelumnya mudah marah atau kasar menjadi lebih sabar, lembut, dan santun.

2. Lebih dermawan dan peduli sesama

Puasa mengajarkan empati sehingga seseorang menjadi lebih suka berbagi dan membantu orang lain.

3. Lebih dekat dengan masjid

Hatinya menjadi terpaut dengan rumah ibadah dan terbiasa salat berjamaah.

4. Disiplin dalam ibadah

Terbiasa bangun sahur, salat Subuh berjamaah, menjalankan tarawih, dan menjaga waktu salat.

5. Mampu menahan diri dari dosa

Tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, serta perilaku.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, keberhasilan puasa tidak diukur dari lamanya menahan lapar, melainkan dari perubahan karakter seseorang setelah Ramadan.

Demikian sejumlah tanda puasa seorang muslim diterima oleh Allah SWT. Semoga di Ramadan kali ini akan menjadi momentum untuk memperbaiki diri agar semakin dekat kepada Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin. 


Topik

Agama tanda puasa diterima uas ustaz adi hidayat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri