Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

HUT ke-112 Kota Malang, Puguh Pamungkas: Momentum Berbenah dari Banjir hingga Kemacetan

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : A Yahya

01 - Apr - 2026, 15:04

Placeholder
Anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) dari Dapil Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas.

JATIMTIMES – Momentum Hari Jadi ke-112 Kota Malang yang jatuh pada 1 April 2026 menjadi titik krusial bagi arah pembangunan kota di masa depan. Anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) dari Dapil Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas, menyampaikan sejumlah catatan terkait hal ini.

Ia menegaskan bahwa usia yang tidak lagi muda ini harus menjadi pengingat bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk terus berbenah, terutama dalam memenuhi aspek kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga : 120 Tahun Kota Blitar, Wali Kota Mas Ibin Tegaskan Lompatan Transformasi Menuju Kota Masa Depan

Puguh menyoroti status "Kota Metropolitan" yang kini disandang Malang harus dibarengi dengan kualitas layanan publik yang nyata, bukan sekadar simbol kemajuan fisik. Ia memetakan tiga persoalan fundamental yang hingga kini masih menjadi keluhan utama warga: banjir, kemacetan, dan pengelolaan sampah.

"Momentum ini sekaligus menjadi salah satu pengingat dan sekaligus penanda bagi Kota Malang yang usianya sudah tidak lagi muda untuk terus berbenah menjadi kota yang lebih baik," ujarnya, Rabu (1/4/2026).

"Makna dari Kota Metropolitan ini bukan hanya menyajikan kemajuan kota, tetapi juga aspek-aspek dasar yang menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakatnya itu juga terpenuhi begitu," lanjut Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu.

Persoalan pertama yang menjadi sorotan tajam adalah eskalasi banjir yang titik kejadiannya terus bertambah di berbagai sudut kota. Puguh menilai masalah ini tidak bisa hanya didekati dari sisi pembangunan fisik baru, melainkan harus menyentuh sisi pemeliharaan rutin yang selama ini dinilai masih lemah.

"Bisa jadi sebenarnya permasalahan banjir itu bukan permasalahan membangun, melebarkan kembali selokan, tetapi bisa jadi karena tidak ada perawatan terhadap selokan itu. Banyak sedimentasi, banyak sampah, kemudian salurannya tersumbat," ungkap anggota Komisi E DPRD Jatim tersebut.

Ia mendorong adanya intervensi anggaran yang lebih fokus serta kolaborasi lintas sektoral untuk mengurai sumbatan drainase kota secara permanen.

Terkait kemacetan, Puguh memberikan analisis tajam mengenai ketimpangan antara volume kendaraan dengan luas ruas jalan yang cenderung statis. Data menunjukkan adanya beban tambahan ratusan ribu kendaraan yang melintas di Kota Malang setiap harinya, baik dari wilayah kabupaten maupun daerah sekitar.

Menurutnya, solusi jangka panjang yang tidak bisa ditunda lagi adalah transformasi menuju penguatan transportasi publik.

Baca Juga : Perpaduan Kerajaan dan Kolonial, Ini Filosofi Baju Khas Kota Malang yang Baru

"Ruas jalannya tidak bertambah, bahkan cenderung statis, dimensinya tetap, tetapi jumlah kendaraan yang datang semakin hari semakin bertambah. Maka penguatan transportasi publik ini mau tidak mau harus segera diimplementasikan," tegasnya.

Masalah ketiga yang menjadi perhatian serius adalah pengelolaan sampah yang masih belum optimal di berbagai titik strategis kota pendidikan ini. Puguh mendesak Pemkot Malang untuk melakukan refocusing kebijakan agar penanganan sampah bisa tuntas sejak dari sumbernya di level rumah tangga.

"Artinya butuh intervensi kebijakan yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang supaya sampah itu tuntas di level paling bawah masyarakat, ya di level RT, di level RW, bahkan di level keluarga itu sudah tuntas begitu," imbuhnya. 

Ia menekankan pentingnya ketersediaan alat transportasi angkut yang memadai agar sampah tidak menumpuk di tempat penampungan sementara.

Lebih lanjut, Puguh mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan peringatan hari jadi ini sebagai momentum kebersamaan untuk mewujudkan Malang yang lebih maju dan berkeadilan.

"Kita harus bersama-sama bergandengan tangan untuk menjadikan momentum hari jadi Kota Malang yang ke-112 ini menjadi momentum untuk semakin lebih baik, semakin maju, semakin memberikan daya dukung bagi keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Malang," pungkasnya.


Topik

Pemerintahan Puguh Wiji pamungkas 112 kota malang banjir malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan