Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

DKPP Kota Blitar Pastikan Hewan Kurban Sehat, Sidak Pasar Hewan Dimoro Diperketat

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : A Yahya

07 - May - 2026, 14:07

Placeholder
Petugas DKPP Kota Blitar melakukan pemeriksaan kesehatan sapi di Pasar Hewan Dimoro menjelang Idul Adha 2026. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. (Foto: Diskominfotik Kota Blitar)

JATIMTIMES - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Pemerintah Kota Blitar memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Langkah itu dilakukan untuk memastikan ternak yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi.

Pengawasan dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Hewan Dimoro. Dalam sidak hari kedua yang digelar Rabu (6/5/2026), petugas menemukan belasan sapi terindikasi terjangkit parasit cacing jenis helminthiasis.

Baca Juga : Menjemput "Finger Heart", Melupakan Bunyi Peradaban: Quo Vadis Kedaulatan Budaya Kita?

Meski demikian, DKPP Kota Blitar memastikan kondisi tersebut langsung ditangani secara cepat agar tidak berdampak pada kualitas hewan kurban yang dipasarkan kepada masyarakat.

Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengatakan pemeriksaan kesehatan ternak telah dilakukan secara intensif sejak awal Mei. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh terhadap hewan yang masuk ke pasar hewan maupun yang akan dipersiapkan sebagai hewan kurban.

“Pengecekan dilakukan mulai dari suhu tubuh, kondisi fisik hingga usia ternak. Ini untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan benar-benar sehat,” ujar Dewi.

Menurut dia, pengawasan kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan masyarakat menjelang momentum Idul Adha. Karena itu, DKPP menerjunkan petugas kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sekitar 16 ekor sapi yang menunjukkan gejala terindikasi parasit cacing helminthiasis. Hewan yang terindikasi umumnya memiliki ciri fisik tertentu, seperti tubuh kurus dan lemah, bulu tampak kusam dan kaku, mata sayu dan berair, serta kondisi perut yang terlihat membuncit.

Petugas pun langsung melakukan penanganan awal terhadap ternak yang ditemukan mengalami gejala tersebut. Penanganan dilakukan untuk mencegah kondisi hewan semakin memburuk sekaligus meminimalkan risiko penyebaran parasit.

Selain pemberian perawatan awal, petugas juga melakukan edukasi langsung kepada para peternak terkait pentingnya menjaga kesehatan ternak secara berkala.

“Kita temukan parasit cacing jenis helminthiasis sekitar 16 di sapi. Untuk penanganan cacing khususnya hewan yang hendak dikurbankan, dua bulan sebelumnya harus diberikan obat cacing atau setiap dua bulan sekali,” terang Dewi.

Ia menjelaskan, pemberian obat cacing secara rutin menjadi langkah penting dalam menjaga kondisi kesehatan ternak, terutama menjelang Idul Adha ketika permintaan hewan kurban meningkat cukup signifikan.

Baca Juga : Pedagang Pasar Kebalen Siap Ditata, Koordinator Klaim Tak Ada Penolakan Relokasi

Tak hanya melakukan pemeriksaan, DKPP Kota Blitar juga memperkuat edukasi kepada peternak dan pedagang hewan terkait pola pemeliharaan ternak yang sehat. Mulai dari kebersihan kandang, kualitas pakan, hingga pemeriksaan kesehatan rutin menjadi perhatian utama.

Menurut Dewi, lingkungan kandang yang kurang bersih dapat memicu berkembangnya parasit yang berpotensi memengaruhi kesehatan ternak. Karena itu, peternak diminta lebih disiplin menjaga sanitasi kandang dan memperhatikan asupan pakan hewan.

“Peternak harus memperhatikan kebersihan kandang, kualitas pakan, dan kesehatan ternak secara berkala agar penyebaran parasit bisa dicegah sejak dini,” katanya.

Ia menambahkan, pengawasan kesehatan hewan kurban akan terus dilakukan hingga mendekati Idul Adha. Pemeriksaan menyasar pasar hewan, peternakan, hingga titik penjualan ternak di Kota Blitar.

Pemkot Blitar berharap langkah tersebut dapat memastikan hewan kurban yang beredar tetap sehat, aman, dan layak konsumsi.

“Harapannya masyarakat bisa lebih tenang saat memilih hewan kurban, karena kesehatan ternak terus kami pantau bersama petugas di lapangan,” pungkas Dewi.


Topik

Pemerintahan Dkpp kota Blitar Dewi Masitoh pasar hewan dimono



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan