JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi dan Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib secara kompak menyatakan komitmennya dalam menyukseskan gelaran Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh para petugas sensus di bawah koordinasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang.
Bupati Malang HM. Sanusi menjadi responden pertama dalam kegiatan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Malang. Para petugas yang dipimpin langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Malang Erny Fatma Setyoharini ini melakukan proses pendataan terhadap kondisi ekonomi Sanusi.
Baca Juga : Tahan Tangis di Sidang MK, Guru Soroti Dugaan Dampak Program MBG: Singgung PHK, Gaji hingga Beban Kerja
Sanusi menyampaikan, bahwa hasil dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi acuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam merancang dan memutuskan suatu kebijakan. Selain itu, dengan adanya data pelaku usaha yang akurat, maka akan membantu Pemkab Malang dalam memperoleh gambaran nyata kondisi perekonomian Kabupaten Malang.
Oleh karena itu, Sanusi mengimbau kepada seluruh masyarakat utamanya para pelaku usaha di Kabupaten Malang untuk secara jujur dan akurat memberikan data perkembangan usahanya. "Kami berharap seluruh masyarakat bisa memberikan jawaban yang sejujurnya, karena ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk menyusun program dan rencana kinerja," ungkap Sanusi.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat luas Kabupaten Malang untuk tidak khawatir dan dapat menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi 2026 dengan baik serta memastikan identitas petugas yang melakukan pendataan. Pasalnya, seluruh data yang masyarakat berikan ajan dirahasiakan oleh petugas Sensus Ekonomi 2026. "Kami berharap manfaatnya nanti kembali ke masyarakat," imbuh Sanusi.
Sementara itu, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menyampaikan apresiasinya dan memberikan semangat kepada para petugas Sensus Ekonomi 2026 yang sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang akan melakukan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Malang.
"Sensus ekonomi merupakan instrumen yang sangat penting untuk mengetahui potensi, tantangan, serta perkembangan sektor ekonomi yang ada di masyarakat. Data yang akurat akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat, efektif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat," jelas Lathifah.
Baca Juga : Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah, Bupati Ipuk Ajak ASN Banyuwangi Hijrah dan Berbagi
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Malang ini ia berharap tersedianya data statistik ekonomi yang komprehensif dan terpercaya untuk mendukung percepatan pembangunan daerah, peningkatan investasi, serta penguatan daya saing ekonomi di Kabupaten Malang.
Sebagai informasi, gelaran Sensus Ekonomi 2026 ini digelar sejak Mei hingga Agustus 2026 mendatang. Kemudian untuk kegiatan pendataan secara door to door di Kabupaten Malang, dilakukan secara serentak dengan menerjunkan 2.590 petugas sensus yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
