Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

Mengenal Kain Geringsing, Warisan Budaya Desa Tenganan Bali yang Dipercaya Tolak Bala

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

28 - Jun - 2026, 13:03

Placeholder
Kain Geringsing, kain tenun khas Desa Tenganan Pegringsingan, Bali. (Foto: Bali Nusra)

JATIMTIMES - Proses pembuatannya bisa memakan waktu bertahun-tahun, menggunakan pewarna alami, hingga dipercaya memiliki makna spiritual. Itulah Geringsing, kain tenun khas Desa Tenganan Pegringsingan, Bali.

Keistimewaan kain Geringsing diangkat oleh konten kreator asal Bali, Lady Quinn, melalui unggahan videonya di media sosial. Dalam konten tersebut, ia mengajak masyarakat mengenal lebih dekat sejarah, filosofi, hingga proses pembuatan kain yang telah diwariskan turun-temurun selama berabad-abad.

Baca Juga : 5 Tanda Seseorang Tidak Menyukai Kita Lewat Chat yang Sering Tidak Disadari, Padahal Sinyalnya Sudah Jelas

Kain tenun sakral yang hanya bisa dibuat oleh masyarakat desa tersebut dengan teknik double ikat, salah satu teknik menenun paling rumit di dunia.

“Kain Geringsing adalah kain yang hanya bisa dibuat oleh masyarakat Desa Tenganan. Menurutku, ini salah satu warisan budaya yang tidak boleh kita lupakan karena bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Tenganan, tetapi juga Bali dan Indonesia,” kata Lady Quinn.

Geringsing berasal dari dua kata dalam bahasa Bali, yakni “gering” yang berarti sakit dan “sing” yang berarti tidak. Nama tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat setempat bahwa kain ini memiliki makna perlindungan dari penyakit, energi negatif, hingga gangguan spiritual.

Karena nilai filosofisnya yang kuat, kain Geringsing wajib dikenakan masyarakat Tenganan saat mengikuti berbagai upacara adat dan tidak dapat digantikan dengan kain atau kebaya biasa.

Selain memiliki nilai budaya yang tinggi, proses pembuatannya juga sangat kompleks. Geringsing dibuat menggunakan teknik double ikat, yakni teknik pewarnaan benang lungsin dan pakan sebelum ditenun. Teknik ini hanya masih dikuasai oleh segelintir komunitas di dunia, salah satunya masyarakat Desa Tenganan.

Lady Quinn menambahkan bahwa satu lembar kain Geringsing dapat dikerjakan selama bertahun-tahun. Seluruh proses pewarnaan masih mengandalkan bahan-bahan alami, seperti akar mengkudu, daun tarum, buah pangi, hingga minyak kemiri.

Bahkan, para pengrajin meyakini warna terbaik hanya akan muncul apabila proses pewarnaannya menggunakan air hujan.

Baca Juga : AKBP Danang Setiyo Pambudi Ditunjuk Jadi Kapolresta Malang Kota, Ini Rekam Jejaknya

“Dari proses pembuatannya saja kita sudah bisa membayangkan betapa rumitnya membuat kain ini. Tidak heran jika ada Geringsing yang dihargai puluhan, ratusan juta, bahkan hingga miliaran rupiah karena usia, motif, dan nilai sejarahnya,” imbuh Lady Quinn.

Menariknya, kain Geringsing tidak dicuci seperti kain pada umumnya. Seiring bertambahnya usia, warna kain justru semakin matang dan dianggap semakin indah. Faktor tersebut turut memengaruhi nilai jualnya, terutama untuk kain-kain tua yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Diperkirakan telah ada sejak abad ke-11, kain Geringsing tidak hanya digunakan sebagai busana adat. Masyarakat Tenganan juga menjadikannya sebagai warisan keluarga, hadiah dalam momen penting, hingga pembungkus benda pusaka yang dianggap sakral.

Bagi Lady Quinn, keberadaan Geringsing menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan layak terus dilestarikan.

“Warisan seperti ini seharusnya tidak hanya dikenal oleh masyarakat Bali saja, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Indonesia. Semakin banyak orang mengenalnya, semakin besar pula peluang budaya ini tetap lestari di masa depan,” tutupnya.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Kain Geringsing Warisan Budaya Desa Tenganan Bali Tolak Bala



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya