JATIMTIMES - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang terus memperkuat upaya pemenuhan hak anak melalui peningkatan kapasitas generasi muda di bidang literasi digital.
Salah satu langkah nyata dari Dinsos-P3AP2KB Kota Malang dalam mewujudkan peningkatan kapasitas generasi muda melalui penguatan literasi digital yakni dengan menggelar kegiatan Forum Anak Goes To Kecamatan di lima kecamatan yang mengusung tema "How To Be a Content Creator" dan menghadirkan content creator Gilang Herlambang sebagai narasumber utama.
Baca Juga : CDC UIN Malang Dorong Mahasiswa Perkuat Kompetensi Lewat PRIMA Magang PTKI
Untuk di Kecamatan Blimbing digelar pada Senin (29/6/2026); di Kecamatan Klojen digelar pada Selasa (30/6/2026); di Kecamatan Sukun digelar pada Rabu (1/7/2026); di Kecamatan Kedungkandang digelar pada Kamis (2/7/2026); serta di Kecamatan Lowokwaru digelar pada Jumat (3/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, total terdapat 175 peserta yang hadir. Di mana di setiap kecamatan terdapat 35 peserta yang mengikuti kegiatan penguatan literasi digital, terdiri dari unsur pengurus Forum Anak Kota Malang, Forum Anak Kecamatan, Forum Anak Kelurahan, perwakilan pelajar SMP hingga SMA sederajat, pendamping Forum Anak serta unsur pemerintah kecamatan.
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito Widoyoko melalui Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Atiyatul Husna menyampaikan, Forum Anak memiliki peran strategis sebagai pelopor dan pelapor dalam mendorong pemenuhan hak anak sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan aspirasi anak.
Perempuan yang akrab disapa Iik itu menjelaskan, para peserta dibekali berbagai materi mengenai personal branding, pemanfaatan media sosial secara positif dan bertanggung jawab, teknik dasar fotografi dan videografi menggunakan telepon genggam, penyuntingan konten digital, strategi penyampaian pesan kampanye yang efektif, hingga etika bermedia sosial dan pencegahan penyebaran hoaks.
"Untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif, materi tidak hanya disampaikan melalui paparan, tetapi juga diskusi interaktif, demonstrasi, serta praktik langsung membuat konten digital," ungkap Iik kepada JatimTIMES.com.
Menurutnya, melalui metode tersebut, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai literasi digital, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan kreativitas serta kemampuan komunikasi melalui media sosial secara bertanggung jawab.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta berhasil menghasilkan berbagai ide kampanye digital yang mengangkat isu-isu penting, seperti pencegahan perundungan, penghentian kekerasan terhadap anak, pentingnya pendidikan, partisipasi anak dalam pembangunan, serta gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.
Baca Juga : Road to PCX Day Explore East Java Satukan Ratusan Pecinta Honda PCX Menuju Bromo
"Selain meningkatkan keterampilan digital, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi Forum Anak untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah kecamatan, sekolah, maupun masyarakat," tutur Iik.
Pertemuan tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai wadah menghimpun aspirasi, gagasan, dan kebutuhan anak dari berbagai kelurahan sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang berpihak kepada anak.
Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan memperoleh respons positif dari peserta maupun pemerintah kecamatan. Metode pembelajaran yang interaktif dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menghasilkan konten yang edukatif, kreatif, dan inspiratif.
Lebih lanjut, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tema-tema yang relevan dengan kebutuhan anak di era digital. Selain itu, Forum Anak diharapkan semakin aktif memproduksi konten positif yang mengedukasi masyarakat sekaligus memperkuat kampanye pemenuhan hak anak dan perlindungan anak di Kota Malang.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, Forum Anak, sekolah, masyarakat, media dan dunia usaha, Dinsos-P3AP2KB Kota Nalang optimis dapat menciptakan ekosistem digital yang aman, kreatif, serta ramah anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Malang yang semakin layak bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
