Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Gunil Mendadak Keluar dari Xdinary Heroes, Ini Kata Agensi JYP

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

13 - Aug - 2026, 20:20

Placeholder
Perwakilan Aremania dan Bonek saat duduk bareng di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (12/8/2026) malam. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Polresta Malang Kota bersama Polda Jawa Timur memperkuat upaya menjaga kondusivitas Kota Malang dengan mempertemukan perwakilan Aremania dan Bonek di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (12/8/2026) malam. Pertemuan itu menjadi ruang dialog untuk meredam potensi gesekan dan mendorong rivalitas sepak bola tetap berlangsung secara sportif tanpa berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

Pertemuan tersebut mempertemukan 30 perwakilan Aremania dan 25 perwakilan Bonek. Forum itu menjadi ruang untuk membangun komunikasi sekaligus menyamakan pandangan mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya setelah munculnya persoalan dalam rangkaian perayaan HUT Aremania di Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga : Gunil Mendadak Keluar dari Xdinary Heroes, Ini Kata Agensi JYP

Bagi Polresta Malang Kota, komunikasi antarsuporter menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga situasi Kota Malang. Sebab, aktivitas Aremania tidak hanya berkaitan dengan pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat di Kota Malang.

Danang mengatakan rivalitas sepak bola tidak seharusnya dibawa ke ruang sosial. Menurutnya, kecintaan terhadap klub tetap dapat ditunjukkan dengan fanatisme, tetapi harus disertai tanggung jawab untuk menjaga keamanan lingkungan.

“Rivalitas itu tempatnya di lapangan. Ketika sudah berada di tengah masyarakat, yang harus dikedepankan adalah persaudaraan dan keamanan. Kita ingin Kota Malang tetap menjadi tempat yang aman bagi semua masyarakat,” ujar Danang.

Ia menilai pertemuan langsung antara Aremania dan Bonek memiliki arti penting karena dapat membuka komunikasi yang selama ini kerap terhambat oleh sekat rivalitas. Dengan komunikasi tersebut, persoalan yang muncul diharapkan dapat diselesaikan lebih awal sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Kami ingin membangun komunikasi yang tidak hanya dilakukan oleh tokoh, tetapi juga sampai ke akar rumput. Kalau komunikasi terjaga, potensi salah paham dan provokasi bisa ditekan,” jelasnya.

Danang juga mengingatkan agar setiap persoalan yang melibatkan suporter tidak digeneralisasi sebagai kesalahan kelompok. Penanganan terhadap pelanggaran harus diarahkan kepada individu yang terbukti melakukan tindakan melawan hukum.

“Kalau ada pelanggaran, tentu akan kami proses sesuai aturan. Tetapi jangan kemudian seluruh kelompok atau komunitas suporter diberikan stigma karena tindakan oknum,” tegasnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk menjaga hubungan antarsuporter sekaligus memastikan penegakan hukum tetap berjalan. Ia berharap para tokoh dan komunitas suporter dapat membantu kepolisian memberikan pemahaman kepada anggotanya.

Terlebih, Kota Malang memiliki basis suporter yang besar dan aktivitas sepak bola menjadi bagian yang cukup kuat dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, menjaga hubungan antarsuporter dinilai tidak hanya berkaitan dengan pertandingan, tetapi juga dengan stabilitas keamanan kota.

Baca Juga : Satpolairud Gresik Semarakkan Kemerdekaan Bersama Nelayan

“Yang kami jaga bukan hanya keamanan saat pertandingan, tetapi juga kehidupan masyarakat setelah pertandingan. Aremania dan Bonek boleh berbeda pilihan klub, tetapi keamanan dan kedamaian Kota Malang adalah kepentingan kita bersama,” terangnya.

Di sisi lain, Dirintelkam Polda Jatim Kombes Pol. Bondan Witjaksono mengajak Aremania dan Bonek bersama-sama menjaga Jawa Timur melalui semangat “Jogo Jawa Timur”. Menurutnya, suporter memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana aman karena memiliki jaringan komunitas yang luas.

“Suporter memiliki pengaruh yang besar di tengah masyarakat. Karena itu, mari gunakan pengaruh tersebut untuk menjaga keamanan, bukan untuk memperbesar persoalan,” ucap Bondan.

Ia juga menyoroti potensi media sosial sebagai pemicu konflik. Informasi yang belum terverifikasi, potongan video maupun unggahan bernada provokasi dapat dengan cepat menyebar dan memengaruhi emosi suporter.

“Jangan mudah percaya dan terpancing informasi di media sosial. Pastikan dulu kebenarannya dan jangan ikut menyebarkan konten yang bisa memicu permusuhan,” ujarnya.

Komitmen menjaga perdamaian juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh suporter. Perwakilan Aremania Dedi Arisandi menilai komunikasi langsung menjadi langkah penting agar persoalan antarindividu tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok.


Topik

Peristiwa Aremania Bonek kondusivitas .Polresta Malang Kota



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni