Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Panduan Membuat Pool Likuiditas Solana untuk Pemula

Penulis : Redaksi - Editor : Redaksi

27 - Aug - 2026, 10:56

Placeholder
Ilustrasi (Istimewa)

JATIMTIMES - Pool likuiditas Solana menjadi salah satu komponen penting dalam ekosistem perdagangan aset kripto. Setelah sebuah token dibuat di jaringan Solana, token tersebut belum otomatis dapat diperjualbelikan melalui decentralized exchange (DEX). Agar pengguna lain bisa membeli dan menjual token, diperlukan pool likuiditas yang menyediakan pasangan aset untuk proses pertukaran secara otomatis.

Bagi pemula, konsep ini mungkin terdengar teknis. Namun, secara sederhana, pool likuiditas dapat dipahami sebagai tempat yang menampung dua aset sekaligus sehingga transaksi jual beli dapat berlangsung tanpa harus menunggu adanya pihak lain yang menjadi lawan transaksi.

Baca Juga : Luncurkan Replikasi PBC di PLUT Kota Batu, Menko PM Muhaimin Soroti Akses Bahan Baku Impor dan Teknologi UMKM

Apa Itu Pool Likuiditas?

Bayangkan sebuah kotak yang berisi dua jenis aset, misalnya token yang Anda buat dan SOL. Ketika seseorang ingin membeli token tersebut, mereka memasukkan SOL ke dalam pool dan menerima sejumlah token sebagai gantinya. Sebaliknya, ketika seseorang menjual token, token dimasukkan kembali ke pool dan SOL dikeluarkan.

Mekanisme tersebut berjalan secara otomatis menggunakan automated market maker (AMM). Harga aset tidak ditentukan secara manual oleh satu pihak, melainkan terbentuk berdasarkan jumlah relatif kedua aset yang tersedia di dalam pool.

Sebagai contoh, jika sebuah pool berisi 1.000.000 token dan 10 SOL, perbandingan tersebut akan menjadi dasar harga awal token. Ketika banyak orang membeli token, jumlah token di dalam pool berkurang sementara jumlah SOL bertambah. Kondisi tersebut menyebabkan harga token berubah mengikuti mekanisme AMM.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Sebelum membuat pool likuiditas Solana, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan.

Token yang sudah tersedia. Token harus sudah dibuat dan memiliki alamat mint yang valid pada jaringan yang digunakan. Untuk perdagangan publik, biasanya token dipersiapkan pada jaringan utama Solana.

Modal untuk dua aset. Pool tidak dapat dibuat hanya dengan satu jenis aset. Anda membutuhkan token dan aset pasangan, misalnya SOL atau USDC. Jumlah masing-masing aset akan menentukan harga awal ketika pool pertama kali dibuat.

Harga awal token. Penentuan harga awal merupakan keputusan penting. Misalnya, Anda memasukkan 1.000.000 token dan 10 SOL ke dalam pool. Perbandingan tersebut akan membentuk harga awal token. Setelah perdagangan berlangsung, harga dapat berubah mengikuti aktivitas pembelian dan penjualan.

Bagaimana Cara Membuat Pool Likuiditas Solana?

Secara teknis, pembuatan pool melibatkan interaksi dengan program decentralized exchange atau DEX seperti Raydium, Orca, maupun Meteora. Setiap platform memiliki mekanisme dan tampilan yang berbeda.

Bagi pengguna yang belum terbiasa dengan teknologi blockchain, proses tersebut dapat terasa cukup rumit. Pengguna harus memahami pasangan aset, jumlah likuiditas, biaya transaksi, hingga transaksi yang perlu ditandatangani melalui dompet.

Salah satu alternatif adalah menggunakan alat Solana tanpa coding yang menyediakan antarmuka lebih sederhana. Dengan pendekatan tersebut, pengguna dapat memilih token, menentukan pasangan aset, memasukkan jumlah likuiditas, kemudian mengonfirmasi transaksi melalui dompet.

Beberapa platform seperti j.tools menyediakan berbagai fungsi untuk ekosistem Solana. Salah satunya adalah fitur buat pool likuiditas Solana yang menyederhanakan proses pembuatan pool melalui antarmuka yang lebih mudah dipahami.

Meski menggunakan alat yang lebih sederhana, pengguna tetap perlu memeriksa detail transaksi sebelum memberikan tanda tangan. Dompet seharusnya menjadi tempat terakhir untuk memastikan aset dan transaksi yang akan dikonfirmasi sudah sesuai.

Risiko yang Harus Dipahami

Membuat pool likuiditas bukan sekadar memasukkan aset lalu menunggu keuntungan. Ada beberapa risiko yang perlu dipahami sejak awal.

Modal benar-benar masuk ke pool. Jika Anda memasukkan 10 SOL dan sejumlah token, aset tersebut benar-benar digunakan dalam pool. Dana tersebut bukan sekadar angka simulasi dan dapat mengalami perubahan nilai akibat aktivitas pasar.

Baca Juga : Kalender September 2026 Lengkap: Cek Tanggal, Weton, Hijriah, Hari Besar dan Daftar Hari Libur

Impermanent loss. Salah satu risiko utama penyedia likuiditas adalah impermanent loss. Kondisi ini dapat terjadi ketika harga salah satu aset bergerak cukup jauh dibandingkan harga ketika aset pertama kali dimasukkan ke pool. Akibatnya, nilai posisi sebagai penyedia likuiditas dapat berbeda dari kondisi jika aset hanya disimpan di dompet.

Token LP dan pengelolaan likuiditas. Ketika menyediakan likuiditas, pengguna umumnya menerima token atau representasi kepemilikan yang berkaitan dengan posisi likuiditas. Pengelolaan token tersebut penting karena dapat berkaitan dengan hak untuk menarik likuiditas.

Pada proyek tertentu, pengembang memilih mengunci atau membakar kepemilikan likuiditas sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan komunitas. Namun, keputusan tersebut memiliki konsekuensi dan sebaiknya dipahami terlebih dahulu sebelum dilakukan.

Mengapa Likuiditas Penting?

Likuiditas berpengaruh terhadap pengalaman perdagangan sebuah token. Pool yang terlalu kecil dapat membuat transaksi dengan nominal tertentu menyebabkan perubahan harga yang besar atau price impact.

Sebaliknya, likuiditas yang lebih besar pada kondisi tertentu dapat membantu transaksi berjalan dengan perubahan harga yang relatif lebih kecil. Karena itu, pengembang token perlu mempertimbangkan kebutuhan pasar, pasangan aset, serta jumlah modal yang tersedia sebelum menentukan ukuran pool.

Likuiditas juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan calon pengguna ketika mengevaluasi sebuah token. Pool yang aktif dan dikelola secara transparan dapat membantu menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih sehat, meskipun tidak menghilangkan seluruh risiko investasi.

Mulai dari Jumlah Kecil

Bagi pemula, tidak ada keharusan untuk langsung menyediakan likuiditas dalam jumlah besar. Memulai dengan jumlah yang relatif kecil dapat menjadi cara untuk memahami mekanisme pool tanpa mempertaruhkan modal yang terlalu besar.

Pelajari bagaimana harga berubah ketika transaksi terjadi, bagaimana biaya perdagangan bekerja, bagaimana posisi penyedia likuiditas berkembang, dan bagaimana proses penarikan likuiditas dilakukan.

Setelah memahami mekanismenya, barulah pertimbangkan untuk meningkatkan skala sesuai kebutuhan.

Pool likuiditas Solana pada dasarnya bukan mekanisme yang harus ditakuti, tetapi konsekuensinya perlu dipahami dengan baik. Semakin banyak pemahaman yang dimiliki sebelum menyetor aset, semakin kecil kemungkinan melakukan kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari.

 


Topik

Ekonomi likuiditas ekonomi dunia ekonomi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Redaksi

Editor

Redaksi