JATIMTIMES - Banyak warga yang bertanya-tanya, apakah wilayah Jawa Timur saat ini masih musim hujan atau sudah masuk musim kemarau? Pasalnya beberapa hari terakhir hujan dinilai masih terus terjadi, bahkan disertai petir, padahal sudah memasuki akhir Mei yang biasanya lebih kering.
BMKG Juanda melalui akun Instagram resminya @infobmkgjuanda memberikan penjelasan terkait kondisi cuaca yang masih basah ini. Dalam unggahannya pada Jumat (23/5/2025), BMKG menyebut bahwa sebagian wilayah Jawa Timur memang sudah mulai memasuki musim kemarau, namun sebagian lainnya masih berada dalam masa peralihan.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Jumat Kliwon 23 Mei 2025: Watak, Rezeki, Jodoh, dan Pantangan
"Wilayah Jawa Timur saat ini sebagiannya sudah ada yang memasuki musim kemarau dan sebagiannya lagi masih berada dalam fase masa peralihan," ungkap penjelasan tim BMKG Juanda.
Lebih lanjut, BMKG menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir bukan semata-mata karena belum masuk musim kemarau, melainkan adanya gangguan atmosfer yang datang silih berganti.
“Peningkatan curah hujan yang terjadi beberapa waktu terakhir lebih disebabkan karena adanya gangguan atmosfer seperti gelombang-gelombang MJO, gelombang Rossby, gelombang Kelvin, hingga low-frequency yang datang secara bergantian,” jelas BMKG.
Namun kondisi ini diperkirakan akan mulai menurun seiring masuknya bulan Juni. “Kondisi ini kami perkirakan akan cenderung menurun pada bulan Juni mendatang,” imbuhnya.
Sementara itu, BMKG Juanda juga menjawab keresahan publik yang mengeluhkan cuaca Mei tahun ini terasa lebih lembap dibanding biasanya. Bahkan hujan masih terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir.
“Jadi yang perlu kalian ketahui adalah perubahan pola cuaca dan iklim merupakan salah satu bentuk manifestasi dari dampak pemanasan global,” terang BMKG.
Menurut tim BMKG Juanda, peningkatan suhu bumi berpengaruh pada proses penguapan air yang semakin cepat dan masif. Hal ini berpotensi menimbulkan kondisi cuaca ekstrem, bahkan saat musim kemarau.
“Dengan terjadinya peningkatan suhu bumi maka laju penguapan air juga semakin banyak dan semakin cepat. Hal ini dapat meningkatkan kondisi ekstrem yang juga dimungkinkan terjadi pada musim kemarau. Jadi perubahan iklim itu bukan hanya mitos dan dampak perubahan pola cuaca dan iklimnya sudah kita rasakan sekarang,” jelas BMKG Juanda.

Prakiraan cuaca di wilayah Malang Raya, Jumat, 23 Mei 2025. (Foto: BMKG Juanda)
Berdasarkan pantauan JatimTIMES, hujan telah mengguyur hampir seluruh wilayah Jawa Timur selama dua pekan terakhir. Kondisi ini juga masih berlanjut hingga Jumat (23/5/2025). BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan kembali turun di sejumlah daerah.
Di wilayah Malang dan Kota Batu misalnya, hujan diperkirakan terjadi mulai pukul 13.00 hingga 19.00 WIB. Warga diminta waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, serta petir dan angin kencang yang bisa menyertai hujan.
