Firda Umayyah SPd (Pemerhati Sosial)
Firda Umayyah SPd (Pemerhati Sosial)

Pendemi covid-19 yang melanda dunia hingga kini masih terus terjadi. Jumlah kasus covid-19 di seluruh dunia pun semakin hari meningkat, termasuk di Indonesia.

 Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah hingga Jumat pukul 12.00 WIB, diketahui ada 1.611 kasus baru covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan itu menjadikan total ada 72.347 kasus covid-19 di ranah air, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020. 

Baca Juga : Hajar, Amazing Unexpected Kindess

 

Tercatat juga 52 kasus kematian baru. Sehingga jumlah korban meninggal akibat infeksi virus corona di Indonesia mencapai 3.469 orang (kompas.com/10/07/2020).

Kasus covid yang semakin meningkat membuat kerinduan akan kehidupan normal sebelum pandemi terasa semakin kuat. Sayangnya, realisasi anggaran penanganan yang telah ditetapkan pemerintah sejak Maret lalu belum bisa terpenuhi seluruhnya.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan Kunta Nugraha menyatakan, insentif kesehatan sendiri baru terealisasi sebesar 4,68 persen, perlindungan sosial 34,06 persen, sektoral dan pemerintah daerah (pemda) 4,01 persen, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) 22,74 persen, insentif usaha 15 persen, dan pembiayaan korporasi nol persen. Kunta menyatakan masing-masing sektor memiliki kendala tersendiri dalam proses penyalurannya (m.cnnindonesia.com/03/07/2020).

Rasa rindu yang besar agar dapat beraktivitas normal dirasakan oleh mayoritas masyarakat. Bahkan pasca-pelonggaran PSBB (pembatasan sosial berskala besar), masyarakat yang merindukan aktivitas normal tak sedikit pula yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Sehingga, membuat peluang untuk terpapar virus corona semakin besar.

Melihat kondisi seperti ini, sepertinya pemerintah perlu mengambil langkah yang lebih cepat dari sebelumnya agar wabah bisa segera berakhir. Sebab, bagaimanapun, pandemi ini telah membawa duka yang mendalam bagi rakyat Indonesia. Duka yang khususnya menimpa umat Islam sebagai masyarakat mayoritas di bumi pertiwi.

Umat Islam di negeri ini sangat merindukan aktivitas ibadah yang biasa dilakukan di luar rumah. Mereka berharap aktivitas tersebut dapat kembali dijalankan sebagaimana sebelumnya. Namun dikarenakan pandemi masih terjadi, maka tak semua umat Islam dapat melakukan ibadah di luar rumah. 

Baca Juga : Sarana Penyelamat di Tengah Banjir Teknologi dan Informasi

 

Hal ini lantas tak membuat umat Islam kehilangan cara untuk tetap mengkaji ilmu pengetahuan agama. Banyaknya kajian online keislaman yang diadakan merupakan salah satu indikasi bahwa umat Islam masih membutuhkan tsaqafah (pemikiran) Islam yang harus dipelajari.

Sosok pemimpin amanah yang mampu menyelesaikan permasalahan juga masih menjadi kerinduan tersendiri bagi umat Islam. Walhasil topik bagaimana Islam menyelesaikan persoalan hidup juga tetap diminati di tengah-tengah masyarakat. 

Semoga kerinduan akan kehidupan normal segera terwujud. Sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas untuk memajukan bangsa berdasarkan spirit keagamaan yang dimiliki oleh mayoritas masyarakat Indonesia.