Lanjutkan Program Mudik Gratis, Pemkot Malang Gandeng Pihak Swasta
Reporter
Riski Wijaya
Editor
A Yahya
26 - Feb - 2026, 05:44
JATIMTIMES - Program mudik gratis 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kota Malang tahun 2026 dipastikan tetap berjalan, meski dengan skema berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya sepenuhnya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kali ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menggandeng sejumlah pihak swasta.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa pembiayaan mudik gratis tahun ini tidak lagi 100 persen dari APBD. Pemkot Malang berkolaborasi dengan PO Bagong dan Bank Jatim, serta membuka peluang tambahan dukungan dari Polinema.
Baca Juga : Pemkot Surabaya-Pemkot Batam Jajaki Kerja Sama Empat Bidang Strategis
“Untuk tahun 2026 atau 1447 Hijriah ini kita tidak menggunakan 100 persen anggaran pemerintah daerah. Kita kolaborasi dengan PO Bagong, kemudian Bank Jatim, dan mudah-mudahan ada tambahan dari Polinema,” ujarnya.
Namun demikian, jumlah armada yang disiapkan tahun ini jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu. Untuk sementara, Dishub memastikan tiga unit bus dengan kapasitas masing-masing 40 penumpang.
“Tahun ini sementara kita pastikan tiga dulu. Tiga unit bus, masing-masing sekitar 40 penumpang,” jelasnya.
Terkait rute, Dishub masih mengacu pada data peminat tahun sebelumnya. Berdasarkan evaluasi 2025, tujuan dengan peminat tertinggi adalah wilayah Madura. Disusul rute arah Pacitan, serta Blitar dan Tulungagung.
“Kalau merujuk tahun sebelumnya, yang terbanyak itu ke arah Madura. Ranking kedua kalau tidak salah Pacitan, kemudian ke Tulungagung dan Blitar,” katanya.
Sebagai perbandingan, pada gelaran mudik gratis tahun lalu, Dishub menyediakan 14 bus dan seluruhnya terisi penuh. Bahkan, masih ada calon pemudik yang belum terfasilitasi, meski jumlahnya tidak signifikan.
“Tahun lalu kita sediakan 14 bus dan semuanya penuh. Masih ada yang belum terfasilitasi, tapi tidak seberapa. Karena pendaftarannya online, dan sebagian juga ada yang daftar langsung ke MPP secara offline,” terang Widjaja.
Dengan kondisi tersebut, Dishub memprediksi minat masyarakat tahun ini setidaknya akan sama, bahkan berpotensi meningkat. Namun keterbatasan armada menjadi kendala utama.
“Prediksi kami minimal sama, bisa juga bertambah. Tapi memang ada keterbatasan jumlah unit yang kami miliki,” ujarnya.
Baca Juga : SPPG Keluhkan Kenaikan Harga Bahan Baku, Satgas MBG Lamongan Minta Disesuaikan
Pendaftaran mudik gratis direncanakan dibuka sekitar H-7 sebelum keberangkatan. Sementara pelaksanaan pemberangkatan dijadwalkan pada 17 Ramadan, dan hanya dilakukan satu kali keberangkatan.
“Pendaftarannya kemungkinan seminggu sebelumnya, H-7. Pelaksanaannya insyaallah tanggal 17. Kita samakan dengan Kabupaten Malang. Untuk sementara hanya satu kali pemberangkatan,” tegasnya.
Widjaja juga menegaskan bahwa dukungan dari pihak swasta tersebut bukan dalam skema corporate social responsibility (CSR), melainkan bentuk bantuan kerja sama.
“Bukan CSR, nanti pemahamannya lain. Ini bantuan karena kita minta dukungan dari pihak swasta,” katanya.
Sementara itu, dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dipastikan tidak ada dukungan anggaran untuk program mudik gratis daerah tahun ini. Provinsi hanya melakukan validasi terhadap program yang dijalankan.
“Provinsi sudah menjawab tidak ada anggaran. Anggarannya menurun cukup drastis, jadi tidak ada bantuan untuk daerah kota maupun kabupaten,” pungkasnya.
