Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-29 dan 30 Ramadan, Balasan Surga dan Pahala 1000 Haji

Reporter

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

17 - Mar - 2026, 03:27

Ilustrasi salat tarawih. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam. Selain sebagai waktu untuk berpuasa, bulan ini juga dipenuhi dengan berbagai ibadah yang memiliki keutamaan besar, salah satunya adalah salat Tarawih. Ibadah yang dikerjakan pada malam hari ini memiliki banyak keistimewaan, terlebih ketika Ramadan sudah memasuki penghujungnya.

Dalam beberapa kitab klasik, termasuk Durratun Nashihin, dijelaskan bahwa setiap malam salat Tarawih memiliki keutamaan yang berbeda. Malam ke-29 dan malam ke-30 Ramadan bahkan disebut memiliki ganjaran yang sangat besar bagi orang yang mengerjakannya dengan penuh keikhlasan.

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-29

Dalam kitab Durratun Nashihin dijelaskan bahwa seseorang yang melaksanakan salat Tarawih pada malam ke-29 Ramadan akan memperoleh pahala yang sangat besar, bahkan disamakan dengan pahala seribu kali ibadah haji yang diterima oleh Allah SWT.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kutipan berikut:

وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ أَعْطَاهُ اللهُ ثَوَابَ اَلْفِ حَجَّةٍ مَقْبُوْلَةٍ

Artinya: Pada malam kedua puluh sembilan, Allah akan memberikan pahala seribu ibadah haji yang diterima.

Pahala yang diberikan kepada orang yang melaksanakan salat Tarawih dengan penuh keikhlasan pada malam ini digambarkan setara dengan pahala seribu ibadah haji yang maqbul atau diterima oleh Allah SWT. Tentu hal ini menunjukkan betapa besarnya kemurahan Allah kepada hamba-Nya yang terus menjaga ibadah hingga akhir Ramadan.

Walaupun secara fisik seseorang tidak melaksanakan ibadah haji, Allah tetap memberikan pahala yang sangat besar sebagai bentuk kasih sayang dan balasan bagi hamba yang tekun beribadah. Karena itu, malam ke-29 menjadi salah satu kesempatan penting untuk memperbanyak ibadah, doa, dan istighfar.

Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-30

Selain malam ke-29, kitab Durratun Nashihin juga menjelaskan keutamaan salat Tarawih pada malam ke-30 Ramadan. Pada malam terakhir ini, Allah SWT menjanjikan balasan berupa kenikmatan surgawi bagi hamba yang beribadah dengan penuh keimanan.

Dalam kitab tersebut disebutkan:

وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّلاَثِيْنَ يَقُوْلُ اللهُ يَاعَبْدِى كُلْ مِنْ ثِمَارِ اْلجَنَّةِ وَاغْتَسِلْ مِنْ مَاءِ السَّلْسَبِيْلِ وَاشْرَبْ مِنَ اْلكَوْثَرِ اَنَارَبُّكَ وَاَنْتَ عَبْدِى

Artinya: Pada malam ketiga puluh, Allah berkata: Wahai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air Salsabil, dan minumlah dari telaga Kautsar. Sesungguhnya Aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hamba-Ku.

Baca Juga : Liburan ke Timur Tengah Batal? Ini 6 Destinasi Alternatif yang Tak Kalah Menarik

Kutipan tersebut menggambarkan betapa besarnya balasan yang Allah siapkan bagi orang-orang yang taat. Dalam ajaran Islam, buah-buahan surga sering disebut sebagai simbol kenikmatan yang diberikan kepada orang beriman di akhirat.

Sementara itu, Salsabil merupakan nama salah satu mata air di surga yang disebut dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surah Al-Insan ayat 18. Air ini melambangkan kesucian serta kenikmatan yang diberikan kepada hamba yang taat.

Adapun Telaga Kautsar adalah telaga yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW di akhirat. Telaga ini menjadi sumber minuman bagi umat Nabi yang beriman sebagai bentuk kemuliaan dan karunia dari Allah SWT.

Keutamaan salat Tarawih pada malam ke-29 dan 30 Ramadan menunjukkan betapa besar pahala yang Allah siapkan bagi hamba yang tetap istiqamah beribadah hingga akhir bulan suci. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang meningkatkan ketakwaan melalui berbagai amal kebaikan.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah, seperti salat Tarawih, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan berdzikir. Dengan begitu, diharapkan setiap amal yang dilakukan dapat menjadi jalan untuk mendapatkan rahmat, ampunan, serta balasan terbaik dari Allah SWT.