Laptop Rusak dan Absen Ujian, Pelajar SMP di Kota Malang Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi

04 - Jun - 2026, 03:46

Ilustrasi gantung diri (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Peristiwa duka menyelimuti sebuah keluarga di Kecamatan Klojen, Kota Malang. Seorang pelajar kelas IX SMP berinisial FAH (15) ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Kamis (4/6/2026) dini hari.

Korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya, HF (44), sekitar pukul 01.20 WIB. Saat itu, sang ayah terbangun dan mendapati putranya tidak berada di kamar tidur sebagaimana biasanya.

Baca Juga : IPSI Kabupaten Blitar Perkuat Soliditas, Siap Sukseskan Popda Jatim 2026

Karena merasa ada yang janggal, HF kemudian berusaha mencari keberadaan anaknya di dalam rumah. Pencarian tersebut mengarah ke kamar mandi yang diketahui dalam kondisi terkunci dari dalam.

“Awalnya terlihat ada pakaian yang menggantung. Karena merasa ada yang tidak beres, pintu kamar mandi kemudian didobrak,” ujar Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, Kamis (4/6/2026).

Setelah pintu berhasil dibuka, keluarga mendapati korban sudah tergantung dengan tali yang melilit lehernya. Kedua orang tua korban segera menurunkan tubuh FAH dengan memotong tali tersebut.

“Setelah diturunkan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diketahui sedang menjalani rangkaian ujian akhir sekolah dalam sepekan terakhir. Namun, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban ternyata tidak mengikuti ujian di sekolah.

Dari keterangan keluarga, FAH sempat berpamitan untuk berangkat ujian pada Rabu (3/6/2026). Akan tetapi, ia tidak hadir di sekolah dan diketahui memilih pergi ke rumah neneknya.

Selain itu, polisi juga memperoleh informasi bahwa laptop yang biasa digunakan korban untuk mendukung kegiatan belajar tengah mengalami kerusakan. Sejumlah warga di sekitar tempat tinggal korban juga menyebut remaja tersebut belakangan kerap terlihat menyendiri dan melamun.

Baca Juga : Tiga Jamaah Haji Asal Situbondo Meninggal Dunia di Mekkah, Kemenhaj Pastikan Dimakamkan di Tanah Suci

“Korban sempat izin berangkat ujian, tetapi tidak hadir di sekolah. Laptop yang digunakan juga sedang rusak. Dari keterangan warga sekitar, korban beberapa kali terlihat melamun,” jelasnya.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukannya proses autopsi maupun visum terhadap jenazah korban.

“Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ucapnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, mulai dari keluarga, sekolah hingga lingkungan sekitar, mengenai pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dengan remaja. Dukungan emosional serta kepekaan terhadap perubahan perilaku anak dinilai menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan berbagai persoalan yang dapat berdampak pada kesehatan mental mereka.