Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pasien Kronis Keluhkan Sistem Rujukan BPJS, Antrean Penuh hingga Terancam Kehabisan Obat

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

02 - Jun - 2026, 18:32

Placeholder
Ilustrasi BPJS kesehatan. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Keluhan terkait sistem rujukan BPJS Kesehatan kembali menjadi sorotan setelah sebuah video yang diunggah akun TikTok Zulha Triana viral dan ramai diperbincangkan warganet.

Dalam video tersebut, Zulha menceritakan kesulitan yang dialaminya saat hendak mengurus rujukan untuk kontrol rutin. Menurut dia, pasien tidak bisa langsung meminta rujukan baru meski masa berlaku rujukan sebelumnya hampir habis.

Baca Juga : Upacara Hari Lahir Pancasila, Plt Bupati Tulungagung Ajak Kolaborasi Hadapi Tantangan Global

"Kalau rujukannya belum mendekati habis, sistemnya belum bisa dibuka. Jadi harus menunggu H-3 atau H-2 dulu," ujarnya dalam video yang diunggah di TikTok, dikutip Selasa (2/6).

Kondisi tersebut, kata Zulha, berdampak pada proses pendaftaran antrean di rumah sakit. Sebab, ketika surat rujukan akhirnya bisa diterbitkan, kuota antrean dokter spesialis di rumah sakit tujuan kerap sudah penuh.

"Begitu rujukan keluar, pas buka Mobile JKN ternyata antrean dokternya sudah full. Akhirnya kontrol harus mundur lagi," katanya.

Bagi pasien dengan penyakit kronis, penundaan kontrol bukan perkara sepele. Zulha mengaku banyak pasien bergantung pada obat yang harus diminum setiap hari dan hanya bisa diperoleh kembali setelah menjalani pemeriksaan rutin.

"Kalau jadwal kontrol mundur, obat bisa habis duluan. Sementara pasien tetap harus minum obat setiap hari," tambahnya.

Keluhan tersebut kemudian mendapat banyak respons di kolom komentar. Menariknya, beberapa akun yang mengaku sebagai tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes 1) ikut memberikan penjelasan.

Mereka menyebut keterbatasan penerbitan rujukan bukan karena petugas sengaja mempersulit pasien. Menurut mereka, sistem aplikasi yang digunakan memang mengatur kapan menu penerbitan rujukan dapat diakses.

"Sistemnya memang terkunci. Menu rujukan baru muncul ketika sudah mendekati jadwal kontrol pasien," tulis salah seorang pengguna.

Petugas lainnya mengaku fasilitas kesehatan juga harus mengikuti prosedur yang ditetapkan BPJS Kesehatan.

Baca Juga : Semangat Kolaborasi Warnai May Day 2026, BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Manfaat JKM kepada Ahli Waris Pekerja

"Kami tidak bisa sembarangan membuat rujukan karena ada aturan dan evaluasi dari BPJS. Kalau tidak sesuai ketentuan bisa kena penalty," tulis akun lain.

Meski ramai disebut sebagai dampak aturan baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, hingga kini belum ada regulasi resmi yang secara khusus mengatur bahwa surat rujukan hanya dapat diterbitkan H-3 atau H-2 sebelum jadwal kontrol.

Sejumlah tenaga kesehatan yang berkomentar dalam unggahan tersebut menilai kendala yang dialami pasien lebih berkaitan dengan pengaturan sistem aplikasi rujukan yang digunakan fasilitas kesehatan. Petugas hanya dapat menerbitkan rujukan ketika menu tersebut sudah terbuka di sistem.

Di sisi lain, pemerintah memang tengah melakukan transformasi sistem rujukan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 2026. Sistem yang sebelumnya berjenjang diarahkan menjadi sistem rujukan berbasis kompetensi rumah sakit agar pasien bisa mendapatkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan medisnya.

Dalam videonya, Zulha juga menyampaikan saran bagi pasien yang mengalami kondisi mendesak atau kehabisan obat akibat jadwal kontrol yang tertunda.

"Kalau memang sudah darurat atau obat benar-benar habis, sebaiknya langsung ke IGD rumah sakit supaya bisa segera ditangani," ujarnya.

Video tersebut hingga kini terus menuai beragam tanggapan. Sebagian warganet mengaku mengalami kendala serupa saat mengurus rujukan BPJS, sementara yang lain menilai persoalan tersebut terjadi karena keterbatasan sistem yang juga harus diikuti oleh petugas kesehatan.


Topik

Peristiwa bpjs kesehatan sistem rujukan baru



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa