Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Diguyur Hujan Deras, Plengsengan Teknis Saluran Irigasi Sawah di Bumiaji Kota Batu Jebol Sepanjang 35 Meter 

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

02 - Mar - 2026, 13:23

Placeholder
Plengsengan Teknis Saluran Irigasi sawah di Kecamatan Bumiaji Kota Batu longsor sepanjang 35 meter usai diguyur hujan deras.(Foto: Dokumen BPBD)

JATIMTIMES – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Batu kembali memicu terjadinya bencana tanah longsor. Terbaru, sebuah plengsengan teknis yang berfungsi sebagai saluran pengairan persawahan di Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, dilaporkan ambrol.

Kejadian ini tepatnya terjadi di kawasan Jalan Kalilanang Kopi RT 04 RW 10. Peristiwa berlangsung pada Minggu (15/2/2026) malam, namun laporan resmi baru diterima dan diverifikasi oleh Pusdalops BPBD Kota Batu pada Senin (2/3/2026) pagi.

Baca Juga : Pembangunan Gerai KDMP di Bondowoso Abaikan Proses Perizinan

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu, Suwoko, menjelaskan bahwa longsornya struktur penahan air tersebut dipicu oleh kondisi tanah yang sudah jenuh akibat guyuran hujan deras. Hal ini diperparah dengan meningkatnya debit air irigasi secara drastis.

"Meningkatnya debit air menyebabkan tekanan pada dinding pengairan menguat. Karena kondisi tanah di sekitarnya sudah jenuh, struktur plengsengan teknis tersebut tidak mampu lagi menahan beban hingga akhirnya longsor," terang Suwoko saat dikonfirmasi, Senin siang.

Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, kerusakan plengsengan tersebut memiliki dimensi yang cukup panjang. Material longsor dari penahanan jebol tercatat membentang sepanjang 35 meter, dengan tinggi 150 cm dan lebar sekitar 30 cm.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, rusaknya saluran pengairan ini menjadi perhatian serius karena menyangkut distribusi air untuk area persawahan milik warga sekitar.

"BPBD sudah melakukan kaji cepat awal dan langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk perangkat desa setempat. Prioritas kami adalah penanganan pascabencana agar fungsi pengairan bisa segera kembali normal," tambahnya.

BPBD merekomendasikan adanya kerja bakti massal yang melibatkan warga dan instansi terkait untuk membersihkan material longsor yang menutupi jalur air. Hal ini dilakukan guna mencegah luapan air ke area lain jika hujan kembali turun.

Baca Juga : Diserang Israel dan AS, Ini Fakta Geografis dan Sejarah Peradaban Iran yang Jarang Diketahui

Sejumlah personil dari BPBD Kota Batu bersama perangkat desa dan warga Dusun Binangun tengah bersiaga untuk melakukan langkah-langkah pemulihan di lokasi terdampak.

Hingga Senin siang (2/3/2026), pantauan visual cuaca di seluruh wilayah Kota Batu, mulai dari bagian Utara, Selatan, Barat, hingga Timur, terpantau cerah berawan. Meski demikian, BPBD tetap meminta warga untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

"Mengingat intensitas hujan yang masih sulit diprediksi, kami mengimbau petani dan warga yang beraktivitas di dekat lereng atau saluran air untuk tetap berhati-hati," pungkas Suwoko.


Topik

Peristiwa Kota Batu BPBD Kota Batu plengsengan ambrol bencana alam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri