JATIMTIMES - Manajemen PT Pesta Pora Abadi selaku pengelola brand Mie Gacoan mulai menata ulang sistem parkir di area gerai. Langkah ini diawali dari Surabaya dan akan diterapkan bertahap ke kota lain setelah melalui evaluasi.
Penataan tersebut merupakan bagian dari transformasi digital operasional perusahaan. Fokusnya bukan hanya pada efisiensi internal, tetapi juga pada pengalaman pelanggan sejak pertama tiba di lokasi.
Baca Juga : Refleksi Setahun Mas Ibin, Kota Blitar Siapkan Lompatan Menuju Kota Masa Depan
Corporate Branding & Communications Manager PT Pesta Pora Abadi, Ahmad Maulana, mengatakan pembenahan dilakukan menyusul berbagai masukan dari pelanggan terkait pengalaman parkir.
“Kami menempatkan kepuasan pelanggan sebagai prioritas. Karena itu, kami menyiapkan sistem parkir yang lebih efisien, aman, dan nyaman bagi seluruh pengunjung,” ujar Ahmad.
Dalam beberapa waktu terakhir, manajemen menerima keluhan mulai dari ketidakpastian tarif hingga aspek layanan parkir yang dinilai kurang nyaman. Melalui sistem baru ini, perusahaan ingin memastikan parkir lebih tertib, terukur, dan transparan.
Ahmad menjelaskan, digitalisasi parkir secara sederhana berarti penataan area parkir dengan dukungan sistem untuk mengontrol kendaraan masuk dan keluar, sekaligus pencatatan transaksi yang lebih rapi dan akuntabel. Implementasinya dilakukan bersama mitra pengelola parkir profesional.
Beberapa prinsip yang diterapkan dalam sistem baru ini antara lain,
• Kendaraan masuk-keluar tercatat dan terkontrol
• Peningkatan aspek keamanan di area parkir
• Transparansi pencatatan transaksi
• Mengurangi kebingungan pelanggan di lapangan
"Dengan sistem ini, diharapkan pengalaman berkunjung ke gerai Mie Gacoan tetap nyaman, bahkan sejak memarkirkan kendaraan," harap Ahmad.
Terkait biaya parkir, manajemen menegaskan tarif tetap mengikuti ketentuan pemerintah daerah setempat.
“Terkait tarif, Mie Gacoan menegaskan bahwa tarif parkir mengikuti ketentuan/peraturan Pemerintah Kabupaten/Kota setempat dan/atau ketentuan yang berlaku. Informasi tarif dan mekanisme parkir akan disampaikan secara jelas melalui materi informasi di area gerai,” imbuh Ahmad.
Baca Juga : Diguyur Hujan Deras, Plengsengan Teknis Saluran Irigasi Sawah di Bumiaji Kota Batu Jebol Sepanjang 35 Meter
Sistem pembayaran juga disiapkan secara hybrid, yakni tunai dan non-tunai, untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan.
Manajemen menyadari perubahan sistem membutuhkan adaptasi. Karena itu, akan ada masa sosialisasi dengan durasi menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah. Edukasi dilakukan melalui banner informasi dan petugas pendamping di lokasi.
Selain itu, mitra pengelola parkir juga diminta menyiapkan prosedur penanganan jika terjadi kendala seperti antrean, gangguan perangkat, atau kebutuhan bantuan di lapangan.
Ke depan, evaluasi berkala akan dilakukan dengan sejumlah indikator, mulai dari kelancaran arus kendaraan, peningkatan keamanan, efisiensi operasional, hingga kepuasan pelanggan dan kepatuhan terhadap regulasi daerah.
“Kami menghormati Pemerintah Kota, DPRD, serta seluruh pemangku kebijakan. Setiap masukan yang konstruktif akan kami tindak lanjuti melalui dialog dan perbaikan nyata,” tutup Ahmad.
