JATIMTIMES - Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat mulia dalam bulan Ramadan. Pada malam yang penuh keberkahan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah, mulai dari shalat malam, membaca Al-Qur’an, hingga memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan saat Lailatul Qadar adalah berdoa. Bahkan Rasulullah SAW secara khusus mengajarkan doa yang dapat dibaca ketika seorang Muslim berharap bertemu dengan malam istimewa tersebut.
Baca Juga : Keutamaan Salat Tarawih Malam Ke-22 Ramadan: Selamat dari Kesusahan di Hari Kiamat
Kemuliaan Lailatul Qadar sendiri telah dijelaskan secara langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an, tepatnya pada surah Al-Qadr ayat 1–5.
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤ سَلٰمٌ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ ٥
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.”
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan malam ini dengan memperbanyak ibadah dan doa.
Berikut doa pendek yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca saat Lailatul Qadar.
Doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Lailatul Qadar
Doa ini dikenal sangat singkat sehingga mudah dihafal oleh siapa saja. Meski pendek, maknanya sangat mendalam karena berisi permohonan ampun kepada Allah SWT.
Dinukil dari kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan oleh Masturi Irham, berikut bacaan doa yang dianjurkan dibaca saat malam Lailatul Qadar:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allaahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai memberi ampunan, maka ampunilah aku.”
Doa ini berasal dari hadits yang diriwayatkan oleh beberapa ulama hadits, seperti At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah. Imam At-Tirmidzi menilai hadits tersebut berstatus hasan shahih.
Dalam riwayat yang disampaikan oleh Aisyah RA, ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang doa yang sebaiknya dibaca jika seseorang mengetahui malam Lailatul Qadar. Berikut bunyi haditsnya:
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُوْلُ فِيْهَا؟ قَالَ: قُوْلِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي. رَوَاهُ التَّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Artinya:
“Dari Aisyah RA, ia berkata: Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan pada malam itu?’ Nabi SAW bersabda, ‘Ucapkanlah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memaafkan, maka maafkanlah aku).’” (HR At-Tirmidzi)
Para ulama dari berbagai mazhab juga sepakat bahwa dianjurkan untuk memperbanyak doa tersebut pada malam Lailatul Qadar. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, dzikir, dan doa-doa lainnya pada malam yang penuh kemuliaan tersebut.
Amalan Lain yang Dianjurkan Saat Malam Lailatul Qadar
Selain membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW, terdapat beberapa amalan lain yang juga dianjurkan untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar.
1. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada malam Lailatul Qadar. Hal ini karena malam tersebut merupakan malam turunnya Al-Qur’an.
Dalam kitab Al-Adzkar, Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa pada malam Nuzulul Qur’an, malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW dan memerintahkan beliau untuk membaca Al-Qur’an serta menjelaskan berbagai hukum syariat Islam.
وقد جاء عن بعض أصحابنا أنه ليلة نزول القرآن، وقد نزل على النبي صلى الله عليه وسلم فيها جبريل عليه السلام، وأمره بقراءة القرآن بمختلف الأقراء، وأخبره بتفسير الشريعة الإسلامية
Artinya:
Baca Juga : Mas Ibin Serahkan Voucher Belanja Lebaran Baznas untuk 550 Anak Yatim di Kota Blitar
“Telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam turunnya Al-Qur’an, Jibril AS datang kepada Nabi SAW dan memerintahkan beliau membaca Al-Qur’an dengan berbagai macam bacaannya, serta memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam.”
Karena itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an menjadi salah satu cara terbaik untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar.
2. Memperbanyak Dzikir kepada Allah SWT
Dzikir merupakan amalan yang dilakukan untuk mengingat Allah SWT. Memperbanyak dzikir pada malam Lailatul Qadar juga sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang besar.
Allah SWT menjelaskan pentingnya dzikir dalam Al-Qur’an surah Al-Ankabut ayat 45:
اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Artinya:
“Sungguh, mengingat Allah (dzikrullah) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Dzikir dapat dilakukan dengan membaca tasbih, tahmid, takbir, istighfar, maupun kalimat-kalimat pujian kepada Allah SWT.
3. Mengerjakan Salat Qiyamul Lail
Shalat malam atau qiyamul lail juga menjadi amalan utama pada malam Lailatul Qadar. Ibadah ini memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT setelah shalat fardhu.
Keutamaan shalat malam juga dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam kitab Al-Mu’jam al-Awsath.
Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat malam yang ia kerjakan.
Artinya:
“Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu karena engkau akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau cintai karena engkau akan berpisah dengannya. Berbuatlah sesukamu karena engkau akan menerima balasannya. Ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat malam dan kehormatannya terletak pada tidak bergantung kepada manusia.” (HR Ath-Thabrani)
4. Berdiam Diri di Masjid (I’tikaf)
Amalan lain yang juga dianjurkan untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar adalah melakukan i’tikaf di masjid. I’tikaf berarti berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Saat melakukan i’tikaf, seorang Muslim dapat memperbanyak berbagai ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan memanjatkan doa.
Dengan memperbanyak doa dan amalan tersebut, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Malam istimewa ini menjadi kesempatan besar bagi setiap Muslim untuk memohon ampunan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
