JATIMTIMES - Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selama bulan suci ini adalah salat tarawih, yang dilaksanakan setiap malam setelah salat Isya.
Setiap malam dalam pelaksanaan salat tarawih diyakini memiliki keutamaan tersendiri. Di antara malam yang memiliki keutamaan khusus adalah malam ke-24 Ramadan. Malam ini disebut memiliki peluang besar bagi seorang Muslim untuk memperoleh pengabulan doa dari Allah SWT.
Baca Juga : Panduan Lengkap Salat Idulfitri 2026: Niat, Bacaan, Tata Cara hingga Doa
Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-24
Dalam Kitab Durratun Nashihin karya Syekh Al-Khaubawi, dijelaskan bahwa orang yang melaksanakan salat tarawih pada malam ke-24 Ramadan akan mendapatkan keutamaan berupa doa-doa yang dikabulkan oleh Allah SWT.
Hal tersebut tertulis dalam kitab tersebut sebagai berikut:
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةِ وَالْعِشْرِيْنَ كَانَ لَهُ اَرْبَعٌ وَعِشْرُوْنَ دَعْوَةً مُسْتَجَابَةً
Artinya: “Pada malam kedua puluh empat, ia akan memperoleh dua puluh empat doa yang mustajab.”
Keterangan ini menunjukkan bahwa orang yang menghidupkan malam ke-24 Ramadan dengan salat tarawih memiliki kesempatan besar untuk memanjatkan berbagai doa dan harapan kepada Allah SWT. Setiap doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan berpeluang untuk dikabulkan.
Bagi seorang Muslim, kesempatan ini tentu menjadi anugerah besar. Sebab, doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam dan menjadi sarana untuk menyampaikan harapan kepada Allah.
Salat Tarawih sebagai Bagian dari Qiyam Ramadan
Salat tarawih merupakan bagian dari qiyam Ramadan, yaitu menghidupkan malam-malam bulan Ramadan dengan berbagai bentuk ibadah. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan ibadah pada malam Ramadan karena di dalamnya terdapat banyak keutamaan.
Melalui salat tarawih, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan pahala dari ibadah salat sunnah, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa kepada Allah SWT.
Kebiasaan menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah juga menjadi cara untuk melatih kedisiplinan spiritual, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.
Ramadan, Bulan Penuh Doa dan Pengabulan
Bulan Ramadan dikenal sebagai bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Pada bulan ini, pintu-pintu rahmat Allah dibuka lebar dan umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh.
Baca Juga : Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Negara, dari Adu Telur hingga Festival Gula
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak doa, terutama pada malam hari setelah melaksanakan salat tarawih.
Allah SWT sendiri telah menegaskan pentingnya berdoa dalam Al-Qur’an. Dalam firman-Nya disebutkan:
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. Ghafir: 60)
Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya untuk memohon kepada-Nya dan menjanjikan pengabulan atas doa yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.
Waktu yang Tepat untuk Memperbanyak Doa
Malam-malam Ramadan, termasuk malam ke-24, merupakan waktu yang sangat baik untuk memperbanyak doa. Pada saat itu suasana biasanya lebih tenang, hati menjadi lebih lembut, dan seorang Muslim dapat lebih fokus dalam beribadah.
Setelah melaksanakan salat tarawih, banyak umat Islam melanjutkan dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memanjatkan doa. Momen tersebut sering dianggap sebagai waktu yang sangat dekat dengan rahmat Allah SWT.
Dengan memanfaatkan malam-malam Ramadan untuk beribadah secara maksimal, seorang Muslim diharapkan dapat meraih berbagai keutamaan yang dijanjikan Allah, termasuk ampunan dosa serta pengabulan doa.
