JATIMTIMES - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam bulan Ramadan. Dalam ajaran Islam, malam ini dikenal sebagai malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan, bahkan disebut lebih baik daripada seribu bulan.
Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, hingga berdoa memohon ampunan kepada Allah SWT. Karena keutamaannya yang sangat besar, banyak umat Muslim berusaha mencari dan meraih keberkahan malam Lailatul Qadar, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Baca Juga : Panduan Lengkap Salat Idulfitri 2026: Niat, Bacaan, Tata Cara hingga Doa
Lantas, seperti apa ciri-ciri malam Lailatul Qadar menurut Al-Qur’an dan hadits? Berikut penjelasannya.
Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Al-Qur’an
Petunjuk mengenai malam Lailatul Qadar dijelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada surah Al-Qadr ayat 3–5. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan dan dipenuhi kedamaian hingga terbit fajar.
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Lailatul-qadri khairum min alfi syahr. Tanazzalul-malā'ikatu war rūḥu fīhā bi’iżni rabbihim min kulli amr. Salāmun hiya ḥattā maṭla‘il-fajr.
Artinya:
“Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.”
Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa malam Lailatul Qadar memiliki suasana yang penuh kedamaian, ketenangan, serta keberkahan hingga datangnya waktu fajar.
Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Hadits
Selain dijelaskan dalam Al-Qur’an, sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW juga menggambarkan tanda-tanda malam Lailatul Qadar secara lebih rinci. Mengutip buku Sukses Berburu Lailatul Qadar karya Muhammad Adam Hussein, beberapa ciri malam Lailatul Qadar antara lain sebagai berikut.
1. Udara Terasa Tenang dan Sejuk
Dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:
لَيْلَةُ الْقَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَّمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيفَةٌ حَمْرَاء
Artinya:
“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin. Pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya yang lemah dan kemerah-merahan.” (HR. Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi, dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani)
2. Langit Tampak Bersih
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar ditandai dengan kondisi langit yang cerah dan udara yang nyaman.
“Malam Lailatul Qadar itu langitnya bersih, udara tidak dingin dan tidak panas, tidak berawan, tidak hujan, dan pada siang harinya matahari bersinar tidak terlalu panas.” (HR. Ahmad, dalam Mu’jam at-Thabari al-Kabir)
3. Matahari Terbit Tidak Menyengat
Tanda lain dari malam Lailatul Qadar adalah kondisi matahari pada pagi harinya yang tidak terlalu menyilaukan.
Dari Ubay bin Ka’ab RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Pagi hari setelah malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar yang menyengat sampai ia meninggi.” (HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Daud)
4. Malam Terlihat Cerah
Baca Juga : Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Negara, dari Adu Telur hingga Festival Gula
Dalam riwayat lain dari Ubay bin Ka’ab disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki suasana yang cerah dan menenangkan. Ia juga menyebutkan tanda yang terlihat pada pagi harinya, yaitu matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyilaukan .(HR. Muslim)
5. Dapat Diperlihatkan Melalui Mimpi
Sebagian sahabat Rasulullah SAW pernah diperlihatkan malam Lailatul Qadar melalui mimpi.
Dari Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Aku melihat bahwa mimpi kalian tentang Lailatul Qadar terjadi pada tujuh malam terakhir. Maka siapa yang ingin mencarinya, carilah pada tujuh malam terakhir.” (HR. Muslim)
6. Membawa Ketenangan Saat Beribadah
Pada malam Lailatul Qadar, malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan ketenangan. Karena itu, banyak orang merasakan suasana hati yang lebih damai dan khusyuk saat beribadah pada malam tersebut.
Ciri-Ciri Orang yang Mendapatkan Lailatul Qadar
Mengutip buku Panduan Sukses Ramadan: Dari Persiapan hingga Hari Kemenangan karya Muchlisin BK, sebenarnya tidak ada tanda khusus yang secara pasti menunjukkan seseorang telah mendapatkan malam Lailatul Qadar.
Namun, seseorang yang bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan memiliki peluang besar untuk meraih keutamaannya.
Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW:
الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ - يَعْنِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ - فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلَا يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي
Artinya:
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang dari kalian lemah atau tidak mampu, maka jangan sampai ia kalah pada tujuh malam terakhir.” (HR. Muslim)
Beberapa tanda orang yang berusaha meraih Lailatul Qadar antara lain:
• Melakukan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan
• Menjaga salat Isya berjamaah, salat tarawih, dan salat Subuh berjamaah
• Mengalami perubahan menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadan berakhir
Dengan memperbanyak ibadah, doa, dan amal kebaikan pada sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam berharap dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan.
