Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Jangan Sampai Semangat Ibadah Hilang usai Idulfitri

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

20 - Mar - 2026, 08:44

Placeholder
Potret khutbah Jumat. (Foto: laman Masjid Raya KH. Hasyim Asyari)

JATIMTIMES - Khutbah Jumat kali ini mengangkat tema tentang bagaimana umat Islam menyikapi datangnya penghujung bulan Ramadhan sekaligus mempertahankan semangat ibadah setelah bulan suci berlalu. 

Melalui tema ini, umat Islam diajak untuk melakukan perenungan diri menjelang berakhirnya Ramadhan. Selain itu, khutbah ini juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat beribadah agar tidak hanya hadir selama bulan suci, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari sepanjang tahun.

Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku

Saat ini kaum muslimin tengah berada di hari-hari terakhir Ramadhan, bulan yang dikenal penuh kemuliaan dan keberkahan. Dalam berbagai riwayat, Nabi Muhammad menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang dipenuhi rahmat Allah, limpahan ampunan, serta kesempatan bagi hamba-Nya untuk terbebas dari siksa api neraka.

Pada bulan yang agung ini, pintu-pintu surga dibuka seluas-luasnya, sedangkan pintu-pintu neraka ditutup rapat. Di waktu yang sama, para setan dibelenggu sehingga manusia memiliki peluang lebih besar untuk memperbanyak amal ibadah dan menjauhi berbagai perbuatan maksiat.

Karena itu, setiap momen di bulan Ramadhan sejatinya menjadi kesempatan berharga untuk memperbaiki diri. Ramadhan bukan hanya sekadar rutinitas tahunan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana pendidikan spiritual yang membentuk pribadi agar lebih sabar, disiplin, ikhlas, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Khutbah I


اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أنْ هَدَانَا اللهُ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. أَشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
 أمَّا بعدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيكُمْ وَنَفْسِي أوَّلًا بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلاَ تَمُوتُنَّ إلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ عَزَّ مَنْ القَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.
 
Ma’asyiral Muslimin, jemaah salat Jumat yang dimuliakan Allah.
Pertama-tama marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subahanahu wa Ta’ala. Berkat rahmat, kesehatan, serta kesempatan yang diberikan-Nya, pada hari ini kita masih dapat berkumpul di rumah Allah yang penuh kemuliaan ini untuk menunaikan kewajiban salat Jumat dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan.

Semoga setiap langkah yang kita ayunkan menuju masjid ini dicatat oleh Allah sebagai amal kebaikan, dosa-dosa kita diampuni, dan hati kita semua dipenuhi cahaya iman serta ketenteraman yang berasal dari-Nya.

Kita juga menyadari bahwa saat ini kita telah berada di penghujung bulan Ramadan, bulan yang sangat agung dan sarat keberkahan. Bulan yang oleh Rasulullah SAW disebut sebagai bulan penuh rahmat, bulan yang dipenuhi ampunan, serta bulan pembebasan dari api neraka.

Pada bulan inilah pintu-pintu surga dibuka selebar-lebarnya sehingga umat Islam merasakan kemudahan dalam menjalankan ibadah. Sementara itu, pintu-pintu neraka ditutup rapat sehingga kita lebih mudah menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan. Pada saat yang sama, setan-setan dibelenggu sehingga godaan untuk melakukan dosa menjadi berkurang.

Setiap waktu yang berlalu di bulan suci ini sejatinya merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi setiap hamba untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah, serta membersihkan hati dari berbagai dosa dan kelalaian yang mungkin selama ini kita lakukan.

Ramadan sejatinya bukan sekadar rutinitas tahunan yang kita jalani dari tahun ke tahun. Ramadan juga bukan hanya latihan fisik yang menahan kita dari makan dan minum. Lebih dari itu, Ramadan merupakan madrasah ruhaniyah, sebuah sekolah spiritual yang melatih jiwa kita agar menjadi hamba yang lebih sabar, lebih ikhlas, lebih disiplin, serta semakin bertakwa kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala.

Jemaah salat Jumat rahimakumullah.
Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ﴾ البقرة: 183

Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.”

Melalui ayat ini Allah menegaskan bahwa tujuan utama dari ibadah puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga. Puasa juga bukan hanya menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Puasa sesungguhnya merupakan latihan untuk mengendalikan diri, melatih kita menahan hawa nafsu, menjaga lisan dari perkataan yang tidak baik, menjaga pandangan dari hal-hal yang dilarang, serta menjaga hati dari segala sesuatu yang tidak diridhai oleh Allah Subahanahu wa Ta’ala.

Hadirin jemaah Jumat yang berbahagia.
Saat ini kita telah berada di penghujung bulan yang penuh kemuliaan. Tidak lama lagi Ramadan akan meninggalkan kita. Maka ada pertanyaan penting yang patut kita renungkan bersama.

Apakah selama Ramadan ini kita benar-benar telah berubah menjadi pribadi yang lebih baik?

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

Apakah setelah satu bulan penuh kita memperbanyak ibadah, seperti salat berjemaah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta menahan amarah, kebiasaan-kebiasaan baik tersebut akan terus kita pertahankan?

Sesungguhnya Ramadan bukanlah garis akhir dari perjalanan ibadah kita. Justru berakhirnya Ramadan seharusnya menjadi titik awal bagi perubahan diri, menjadi awal perjalanan menuju kehidupan yang lebih taat kepada Allah pada bulan-bulan berikutnya sepanjang tahun.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda:

“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ ” >رواه مسلم<

Artinya:
Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari puasa di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun.”

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa semangat Ramadan tidak seharusnya berhenti ketika bulan Ramadan telah berlalu. Sebaliknya, setelah Ramadan kita justru dianjurkan untuk melanjutkan berbagai amalan baik yang telah kita biasakan selama bulan suci tersebut.

Jemaah yang dirahmati Allah.
Selama Ramadan, kita terbiasa bangun lebih awal sebelum waktu subuh untuk melaksanakan sahur. Kita juga menghidupkan malam-malam Ramadan dengan salat tarawih dan tahajud. Selain itu, kita berusaha memperbanyak membaca Al-Qur’an setiap hari, bahkan tidak sedikit di antara kita yang mampu mengkhatamkannya beberapa kali selama bulan Ramadan.

Kita juga belajar untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, mampu menahan emosi, serta lebih ringan tangan dalam membantu sesama melalui sedekah dan berbagai bentuk kebaikan lainnya.

Oleh karena itu, marilah kita berusaha menjaga kebiasaan-kebiasaan baik tersebut agar tetap kita lakukan setelah Ramadan berlalu. Mari kita terus menjaga salat berjemaah di masjid, tetap meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an walaupun hanya beberapa ayat setiap hari, membiasakan diri untuk bersedekah meskipun dengan jumlah yang sederhana, serta menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain.

Apabila semangat Ramadan mampu kita pertahankan sepanjang tahun, insyaAllah tujuan dari ibadah Ramadan akan benar-benar terwujud dalam kehidupan kita. Hidup kita akan dipenuhi keberkahan, ketenteraman, serta kebahagiaan yang hakiki.

Jemaah salat Jumat rahimakumullah.
Demikianlah khutbah Jumat yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga apa yang disampaikan dapat menjadi bahan renungan bagi kita semua dalam menjalani sisa hari di bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya, sekaligus menguatkan tekad kita agar semangat ibadah dan latihan spiritual selama Ramadan terus kita jaga sepanjang tahun. Amin Ya Rabbal Alamin. 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
 

Khutbah II

 
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرْ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرْ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُوْلُهُ سَيِّدُ اْلبَشَرْ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بْنَظَرٍ وَوَعَتْ أُذُنٌ بِخَبَرٍ.
 
أمَّا بعد، فَيَا أَيُّهَا اْلمُسْلِمُونَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
 
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر.
 
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عُتَقَاءِ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَوَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ فِي سَائِرِ اْلأَزْمَانِ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِينَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
 
وَاعْلَمُوا أنَّ شَهْرَ رَمَضَانَ قَدْ أَوْشَكَ عَلَى اْلاِنْتِهَاءِ، فَاجْعَلُوا أَعْمَالَهُ زَادًا لَكُمْ فِي بَقِيَّةِ اْلعَامِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ﴾ (الحَجْرُ: ٩٩)، فَلَا تَنْقَطِعُوا عَنِ اْلعِبَادَةِ بَعْدَ رَمَضَانَ، فَإِنَّ رَبَّ رَمَضَانَ هُوَ رَبُّ الشُّهُوْرِ كُلِّهَا.
 
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.


Topik

Agama khutbah jumat khutbah tema ramadan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri

Agama

Artikel terkait di Agama