Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

7 Fenomena Langit April 2026 yang Sayang Dilewatkan, dari Pink Moon hingga Hujan Meteor

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

01 - Apr - 2026, 14:59

Placeholder
Ilustrasi fenomena astronomi. (Foto dari iStock)

JATIMTIMES - Bulan April 2026 menghadirkan berbagai fenomena langit menarik yang bisa dinikmati oleh para pecinta astronomi, bahkan oleh kamu yang hanya ingin sekadar melihat keindahan langit malam. Mulai dari bulan purnama unik hingga hujan meteor, semuanya bisa diamati tanpa alat khusus jika kondisi langit mendukung.

Dihimpun dari laman NASA Skywatching, National Space Centre, dan In The Sky, berikut tujuh fenomena langit sepanjang April 2026 yang patut kamu nantikan.

Baca Juga : WFH ASN Kota Malang Masih Tunggu Instruksi Pusat, Program Jumat Gowes Tetap Jalan

1. Segitiga Musim Semi Hiasi Langit Malam

Sepanjang April, kamu bisa menemukan pola bintang yang dikenal sebagai Segitiga Musim Semi. Pola ini biasanya mulai terlihat sekitar pukul 22.00 di langit tenggara.

Tiga bintang terang yang membentuk pola ini adalah:

• Arcturus (Bootes)

• Denebola (Leo)

• Spica (Virgo)

Arcturus tampak paling mencolok dengan warna oranye terang, sedangkan Spica terlihat kebiruan. Denebola memang lebih redup, tetapi masih bisa dilihat dengan mata telanjang. Karena berasal dari tiga rasi berbeda, pola ini membentang luas dan cocok untuk belajar mengenali konstelasi.

2. Pink Moon, Bulan Purnama Awal April

Fenomena Pink Moon diprediksi terjadi pada Rabu, 1 April 2026. Meski namanya terdengar unik, bulan tidak benar-benar berwarna merah muda.

Nama ini berasal dari tradisi yang mengaitkannya dengan mekarnya bunga phlox saat musim semi. Secara ilmiah, ini adalah fase bulan purnama, ketika bulan tampak bulat sempurna dan bersinar terang.

Waktu terbaik untuk melihatnya adalah saat bulan baru muncul di ufuk timur setelah matahari terbenam, karena biasanya terlihat lebih besar dan sedikit kekuningan akibat efek atmosfer.

3. Merkurius Capai Posisi Terbaik untuk Diamati

Pada Jumat, 3 April 2026, planet Merkurius akan berada pada posisi elongasi terbesar, yaitu jarak sudut terjauh dari Matahari jika dilihat dari Bumi.

Momen ini membuat Merkurius lebih mudah diamati dibanding biasanya. Kamu bisa melihatnya di langit timur menjelang matahari terbit. Pastikan memilih lokasi yang bebas dari halangan seperti gedung atau pepohonan, karena posisinya cukup rendah di cakrawala.

4. Komet C/2025 R3 Mulai Tampak Terang

Fenomena berikutnya adalah kemunculan Komet C/2025 R3, yang diprediksi menjadi salah satu komet paling terang di tahun 2026.

Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah pada 17 April 2026, saat komet ini berada di sekitar konstelasi Pegasus dan Pisces. Pengamatan ideal dilakukan dini hari sebelum matahari terbit, di tempat yang minim polusi cahaya.

5. Puncak Hujan Meteor Lyrid

Hujan meteor Lyrid diperkirakan mencapai puncaknya pada 21–22 April 2026. Fenomena ini terjadi ketika partikel debu dari komet memasuki atmosfer Bumi dan terbakar, menciptakan efek “bintang jatuh”.

Baca Juga : Damkar Sebut Ulah Pria Diduga Bakar Rumah Sebabkan Kerugian hingga Ratusan Juta

Dalam kondisi langit gelap, kamu bisa melihat sekitar 10–20 meteor per jam. Waktu terbaik untuk mengamati adalah mulai pukul 22.00 hingga menjelang subuh, dengan arah pandang ke langit timur dekat bintang Vega di konstelasi Lyra.

6. Komet C/2025 R3 Dekat dengan Bumi

Masih terkait komet yang sama, pada 26–27 April 2026, Komet C/2025 R3 akan mencapai titik terdekatnya dengan Bumi, sekitar 44 juta mil.

Jarak ini tergolong cukup dekat dalam skala astronomi, sehingga komet tampak lebih terang. Namun karena posisinya juga semakin dekat dengan Matahari, waktu pengamatannya menjadi lebih terbatas.

Untuk hasil lebih maksimal, kamu bisa menggunakan alat bantu seperti teleskop saat mengamati di dini hari.

7. Bulan Berdekatan dengan Spica

Menjelang akhir bulan, tepatnya pada 29 April 2026, akan terjadi fenomena ketika Bulan tampak berdekatan dengan bintang Spica.

Fenomena ini bisa diamati sejak setelah matahari terbenam di langit tenggara, lalu bergerak ke arah barat daya hingga dini hari. Momen ini memudahkan kamu mengenali Spica, sekaligus melihat jalur ekliptika lintasan yang dilalui Matahari, Bulan, dan planet-planet.

Tips Agar Pengamatan Lebih Maksimal

Agar bisa menikmati fenomena langit dengan lebih jelas, perhatikan beberapa hal berikut:

• Pilih lokasi minim polusi cahaya

• Pastikan cuaca cerah

• Gunakan aplikasi peta langit jika perlu

• Siapkan alat bantu seperti binokular atau teleskop

Fenomena langit April 2026 menjadi kesempatan menarik untuk menikmati keindahan alam semesta. Tanpa perlu alat mahal, kamu sudah bisa menyaksikan berbagai peristiwa langit yang memukau langsung dari rumah.


Topik

Peristiwa Pink moon meteor llyrid fenomena alam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya