Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Imbau Tak Panic Buying, Pemprov Jatim Perketat Pengawasan Penggunaan Elpiji dan BBM

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Yunan Helmy

07 - Apr - 2026, 12:39

Placeholder
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

JATIMTIMES - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan liquified petroleum gas (elpiji) dan bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mengimbau agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. 

Khofifah menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan distribusi energi berjalan lancar, tepat sasaran, serta terhindar dari praktik spekulasi.

Baca Juga : Tingkatkan Kapasitas TPA, Pemkab Malang Bangun TPST di Tiga TPA

“Berdasarkan pemantauan kami bersama pihak terkait, stok elpiji di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying. Gunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan,” ujar Khofifah, Selasa (7/4).

Menurut Khofifah, stabilitas pasokan elpiji dan BBM menjadi prioritas perhatian Pemprov Jatim dalam menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat, khususnya rumah tangga, UMKM, petani, hingga nelayan sebagai pengguna utama energi subsidi. 

Oleh karena itu, pengawasan distribusi terus diperketat untuk memastikan penyaluran tetap merata, tepat sasaran, serta mencegah adanya penimbunan maupun permainan harga oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Pemprov Jatim terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, DPD V Hiswana Migas Jatimbalinus, PT Pertamina Patra Niaga jatimbalinus (agen,pangkalan merupakan binaan Pertamina), TNI/Polri (satgas pangan) guna memastikan distribusi berjalan lancar tanpa kendala. 

Upaya ini dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi di lapangan. “Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan secara intensif. Kami ingin memastikan distribusi elpiji berjalan lancar, merata, dan tepat sasaran, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan elpiji, khususnya tabung 3 kilogram,” tegasnya.

Sebagai bentuk penguatan tata kelola distribusi, Pemprov Jatim telah menerbitkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/150/013/2025 tentang Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian Liquified Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 pada Maret 2025.

Melalui keputusan tersebut, dibentuk Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian Elpiji tabung 3 kilogram tingkat provinsi yang memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi elpiji berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Keputusan gubernur untuk tahun ini juga sedang dalam proses pembaruan di Biro Hukum dan dikoordinasikan Biro Perekonomian. Tim ini menjadi garda terdepan dalam memastikan distribusi elpiji berjalan efektif dan akuntabel,” jelas Khofifah.

Adapun tugas tim koordinasi meliputi pelaksanaan sosialisasi serta koordinasi dengan bupati/walikota dan pihak terkait dalam pendistribusian elpiji tabung 3 kilogram. Selain itu, tim juga bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan bersama tim koordinasi kabupaten/kota, baik dalam satu wilayah maupun lintas daerah.

Tim tersebut juga melakukan evaluasi atas pelaksanaan pendistribusian elpiji, termasuk monitoring dan evaluasi penggunaan elpiji yang telah disinyalir masih digunakan di beberapa pihak seperti hotel restoran dan kafe, laundry/binatu, usaha jasa pengelasan, usaha baik, usaha peternakan (u/bahan bakar penghangat diusia awal penetasan), usaha tani temakau (bahan bakar untuk mengeringan di musim penghujan) sekaligus sosialisasi diarahkan ke produk elpiji yg bukan subsidi (elpiji 5,5 Kg-50 KG), Langkah ini dinilai penting untuk memastikan subsidi elpiji benar-benar diterima oleh pihak yang berhak dan tepat sasaran

Tidak hanya itu. Tim koordinasi juga berperan dalam memfasilitasi penyelesaian berbagai permasalahan yang muncul dalam distribusi elpiji serta memastikan kelancaran penyediaan hingga penyaluran elpiji dari tingkat agen ke konsumen.

“Kami ingin memastikan bahwa distribusi elpiji 3 kilogram ini tepat sasaran. Karena elpiji subsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga harus kita jaga bersama agar tidak disalahgunakan,” jelas Khofifah.

Sebelumnya, Khofifah menyebut memangu sempat terjadi laporan masyarakat kesulitan mendapatkan elpiji tabung 3 kilogram di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Namun demikian, kondisi tersebut dipastikan bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan adanya kendala dalam kelancaran distribusi di lapangan yang kini telah tertangani dengan baik.

“Beberapa waktu lalu memang sempat ada laporan kesulitan elpiji di Banyuwangi. Namun perlu kami tegaskan, itu bukan karena stok tidak tersedia, melainkan adanya kendala distribusi yang menyebabkan keterlambatan di beberapa titik. Saat ini kondisi sudah tertangani dan distribusi kembali normal,” ujar Khofifah.

Laporan awal kesulitan elpiji 3 kilogram di Banyuwangi mencuat pada Minggu, 22 Maret 2026, khususnya di Desa Genteng Wetan. Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya konsumsi elpiji 3 kilogram di sektor rumah tangga dan usaha mikro, serta tingginya permintaan dari konsumen yang mencari elpiji hingga ke tingkat pengecer. Dinas ESDM Jatim bersama Pertamina terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Baca Juga : Bupati Sanusi Tunggu Perintah Pemerintah Pusat Terkait Pengurangan PPPK di Kabupaten Malang

Menyikapi hal tersebut, langkah cepat langsung dilakukan dengan penyaluran extra dropping. Secara keseluruhan, total extra dropping elpiji 3 kilogram di Kabupaten Banyuwangi selama periode Maret 2026 mencapai 103.600 tabung atau sekitar 163 persen dari penyaluran reguler.

“Bahkan jika ditambah penyaluran fakultatif, total distribusi mencapai 110.320 tabung atau setara 173,8 persen dari rata-rata normal,” tegasnya.

Dari hasil pengecekan di lapangan, memang ditemukan adanya antrean di beberapa pangkalan saat truk distribusi datang. Namun kondisi tersebut bersifat sementara dan terjadi akibat lonjakan permintaan dalam waktu singkat.

Selain Banyuwangi, Gubernur Khofifah juga menerima laporan isu kelangkaan elpiji di Desa Tulung Rejo Kabupaten Bojonegoro pada tanggal 16 Maret 2026.

Terkait hal tersebut, Gubernur Khofifah menjelaskan telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti agen elpiji PSO Kabupaten Bojonegoro, pemkab dan Polres Bononegoro untuk melakukan monitoring stok di lapangan.

“Dalam koordinasi tersebut, kami meminta agen untuk memprioritaskan penyaluran ke pangkalan yang stoknya menipis. Selain itu telah dilakukan penambahan suplai dengan alokasi fluktuatif pada tanggal 19 dan 22 Maret 2026. Untuk penyaluran LPG telah berjalan normal,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kesalahpahaman informasi, pemerintah bersama Pertamina juga melakukan langkah komunikasi publik guna mengklarifikasi pemberitaan yang berkembang, sekaligus mengedukasi masyarakat agar membeli elpiji di pangkalan resmi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli elpiji di pangkalan resmi dan tidak terpancing isu yang tidak tepat. Bagi masyarakat yang mampu, kami juga dorong untuk menggunakan elpiji nonsubsidi agar subsidi tepat sasaran,” tegas Gubernur Khofifah.

Di akhir, Gubernur Khofifah kembali mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan elpiji dan BBM, serta tidak melakukan _lpanic buying, penimbunan, maupun tindakan spekulatif lain yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi di pasar. Ia menegaskan, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan distribusi energi di Jawa Timur.

“Kami tegaskan, tidak boleh ada penimbunan, baik elpiji maupun BBM. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Gunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan, dan mari kita jaga bersama agar distribusi tetap stabil,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengawasan distribusi akan terus diperketat bersama pemangku kepentingan terkait. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, termasuk praktik penimbunan atau spekulasi oleh pihak tertentu, Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemprov Jatim optimistis ketersediaan energi, baik LPG maupun BBM, akan tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

“Insya Allah, dengan sinergi semua pihak dan dukungan masyarakat, ketersediaan energi di Jawa Timur akan tetap aman dan terkendali. Kami mohon masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan bijak dalam menggunakan energi,” pungkas Khofifah.


Topik

Pemerintahan Pemprov Jatim elpiji BBM Jatim



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Yunan Helmy