JATIMTIMES - Tren pernikahan di tahun 2026 diprediksi masih melanjutkan arah yang sudah terbentuk sejak 2025, yakni konsep intimate wedding yang lebih hangat, personal, dan berfokus pada pengalaman mendalam bagi pasangan maupun tamu undangan.
Alih-alih pesta besar dengan ribuan tamu, pasangan kini cenderung memilih perayaan yang lebih terbatas, namun dikemas dengan detail yang kuat dan penuh makna.
Baca Juga : Deretan Kelahiran Satwa di Batu Secret Zoo Awal 2026, dari Alpaka hingga Bekantan
Sekretaris Umum Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia, Kiki Indah Permata, mengungkapkan bahwa tren ini bukan sekadar soal jumlah tamu, tetapi juga tentang bagaimana setiap elemen pernikahan dirancang lebih personal dan relevan dengan karakter pasangan.
“Tren 2026 masih sangat dipengaruhi konsep intimate seperti tahun sebelumnya, tetapi sekarang lebih diperdalam. Setiap detail dibuat lebih personal, mulai dari dekorasi, aroma, hingga pengalaman tamu,” kata Kiki.
Dari sisi visual, tampilan dekorasi mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Penggunaan draperi kain menjadi salah satu elemen favorit yang memberikan kesan lembut dan elegan pada venue. Kain-kain yang menjuntai dipadukan dengan pencahayaan hangat menciptakan suasana romantis yang lebih hidup.
Tak hanya itu, kehadiran giant flower atau bunga berukuran besar juga semakin diminati. Elemen ini memberikan kesan artistik sekaligus menjadi focal point dalam dekorasi, menghadirkan nuansa dramatis namun tetap estetik.
“Kalau dulu bunga itu cenderung natural dan kecil-kecil, sekarang justru banyak yang suka statement pieceseperti giant flower. Ini memberi kesan unik dan lebih berani,” jelas Kiki.
Sementara dari sisi warna, palet lembut masih menjadi primadona. Warna-warna seperti butter yellow atau kuning lembut mulai banyak dipilih karena mampu menghadirkan suasana hangat, cerah, namun tetap elegan. Perpaduan warna ini dinilai cocok untuk berbagai konsep, baik indoor maupun outdoor.
Pada tren 2026 juga menekankan pengalaman multisensori bagi para tamu. Salah satunya melalui penggunaan parfum atau aroma khusus yang dipersonalisasi sesuai karakter pasangan.
Baca Juga : Dunia Usaha di Wilayah BI Malang Tumbuh pada Triwulan I 2026
“Ada tren baru yang cukup menarik, yaitu penggunaan aroma atau parfum sebagai bagian dari pengalaman tamu. Jadi tamu tidak hanya melihat dan menikmati suasana, tapi juga ‘mengingat’ pernikahan itu lewat aroma,” ungkapnya.
Pendekatan ini membuat pernikahan terasa lebih berkesan karena melibatkan lebih banyak indera. Bahkan, beberapa pasangan mulai menghadirkan detail-detail kecil seperti hadiah personal, pesan khusus untuk tamu, hingga konsep interaksi yang lebih dekat selama acara berlangsung.
Menurut Kiki, perubahan ini menunjukkan bahwa pernikahan kini bukan lagi sekadar seremoni, melainkan pengalaman yang dirancang secara utuh.
“Sekarang pernikahan itu bukan hanya soal pesta, tapi bagaimana menciptakan momen yang benar-benar dirasakan. Lebih intimate, lebih hangat, dan lebih berkesan,” tutup ibu satu anak ini.
