Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Triwulan I Tembus Rp1,18 Triliun, Pemkot Malang Yakin Target Investasi 2026 Tercapai

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

16 - May - 2026, 17:40

Placeholder
Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang optimistis target investasi sebesar Rp3,2 triliun pada tahun 2026 dapat tercapai. Keyakinan itu didorong capaian investasi pada triwulan I yang telah menyentuh angka Rp1,18 triliun hingga April 2026.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan mengatakan, realisasi investasi awal tahun menjadi modal positif untuk mengejar target hingga akhir tahun.

Baca Juga : Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Malang Ungguli Nasional, Ini Kata Bupati Sanusi

“Investasi kota di triwulan pertama 2026 sudah di angka Rp1,18 triliun per April kemarin. Target kita di 2026 ada Rp3,2 triliun jadi kita tetap optimis,” ujar Arif.

Menurut Arif, kontribusi investasi terbesar masih berasal dari sektor UMKM, perhotelan, usaha jasa, dan sektor pendukung lainnya. Ia menyebut geliat pembangunan hotel dan usaha baru di Kota Malang turut memberi dorongan terhadap pertumbuhan investasi daerah.

Kondisi tersebut, lanjutnya, tidak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya. Namun, adanya tambahan hotel baru dan berkembangnya sektor usaha diharapkan mampu meningkatkan nilai investasi secara signifikan hingga penghujung tahun.

“Jadi mudah-mudahan ada kenaikan dengan adanya hotel baru. Terus selain ada hotel-hotel, usaha-usaha yang baru di Kota Malang, mudah-mudahan di Desember nanti bisa tembus di angka Rp3,2 triliun,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki menilai sektor perhotelan masih menjadi salah satu penopang penting pendapatan asli daerah (PAD). Apalagi, Kota Malang memiliki potensi sebagai kota pendidikan sekaligus destinasi wisata.

Baca Juga : Kemenag Gelar Sidang Isbat Besok, Iduladha 2026 Berpotensi Serentak pada 27 Mei

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sektor akomodasi masih dianggap menjanjikan oleh investor. Meski demikian, ia mengingatkan agar pengembangan investasi tetap memperhatikan aturan dan aspek normatif yang berlaku.

“Sarana akomodasi dinilai menjanjikan oleh para calon investor. Ini juga mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan PAD serta membangun perekonomian di kota. Meski peluang investasi masih terbuka, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan hal-hal normatif,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan investasi disnaker pmptsp kota malang phri kota malang kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana