Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Baiat Dokter Muslim ke 46: FK Unisma Tegaskan Karakter dan Integritas Sama Pentingnya dengan Kompetensi

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - Jul - 2026, 16:06

Placeholder
Baiat Dokter Muslim Periode ke-46 FK Unisma (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Di tengah meningkatnya tuntutan kualitas layanan kesehatan serta perubahan yang terus terjadi dalam dunia medis, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK Unisma) menegaskan bahwa kompetensi akademik harus berjalan seiring dengan integritas dan karakter. Pesan tersebut menjadi benang merah dalam Baiat Dokter Muslim Periode ke-46, Sabtu, (11/7/2026) yang mengukuhkan 35 dokter baru lulusan Program Profesi Dokter Unisma.

Bagi Unisma, keberhasilan mencetak dokter tidak hanya diukur dari tingginya angka kelulusan uji kompetensi, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan tenaga medis yang memiliki etika profesi, empati, dan kesiapan menghadapi dinamika pelayanan kesehatan.

1

Dekan FK Unisma, Dr. Rahma Triliana, M.Kes., Ph.D., mengatakan prosesi baiat kali ini dilaksanakan bagi lulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) periode Mei 2026. Menurutnya, pelaksanaan ujian tahun ini berlangsung dengan tantangan tersendiri karena adanya perubahan standar penilaian secara nasional.

Baca Juga : Soroti Manajemen ASN, Komisi A DPRD Jatim Pertanyakan Kebijakan BKD soal Beban Kerja Guru

Meski demikian, Fakultas Kedokteran Unisma tetap mampu mempertahankan kualitas lulusannya. Tingkat kelulusan peserta pertama (first taker) mencapai 90 persen, sehingga menempatkan Unisma dalam kelompok 10 besar fakultas kedokteran terbaik di Indonesia.

2

"Secara nasional memang ada sedikit perubahan, namun kami masih mampu mempertahankan angka kelulusan first taker sebesar 90 persen. Dengan capaian tersebut Fakultas Kedokteran Unisma masih berada di jajaran fakultas kedokteran terbaik di Indonesia," ujar Rahma.

Ia menjelaskan sebanyak 35 dokter dibaiat pada periode ke-46. Mereka berasal dari 39 peserta first taker dan satu peserta retaker yang mengikuti UKMPPD Mei 2026.

Rahma juga mengungkapkan capaian akademik yang menjadi sejarah baru bagi Fakultas Kedokteran Unisma. Untuk pertama kalinya sejak Program Profesi Dokter berdiri, tiga mahasiswa berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.

4

Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa kualitas lulusan tidak hanya tercermin dari keberhasilan menembus uji kompetensi nasional, tetapi juga konsistensi akademik selama menjalani pendidikan profesi.

Ia mengakui perjalanan menjadi dokter tidak selalu berjalan sesuai rencana. Perubahan regulasi, tingkat kesulitan ujian hingga hasil yang terkadang di luar perkiraan merupakan bagian dari realitas profesi yang harus dihadapi setiap calon dokter.

Karena itu, Rahma menilai kemampuan beradaptasi dan ketangguhan mental sama pentingnya dengan penguasaan ilmu kedokteran.

5

"Kita bisa merencanakan dan berusaha sebaik mungkin, tetapi hasil akhirnya tetap harus diterima dengan lapang dada. Pengalaman itulah yang akan membentuk karakter seorang dokter," katanya.

Hingga 2026, Fakultas Kedokteran Unisma yang berdiri sejak 2005 telah meluluskan 915 dokter dari total 1.267 mahasiswa profesi. Saat ini sekitar 280 mahasiswa profesi dokter masih menjalani pendidikan klinik di berbagai rumah sakit dan puskesmas jejaring.

Di hadapan para dokter baru, Rahma menitipkan tiga pesan yang menurutnya menjadi fondasi dalam menjalankan profesi kedokteran.

6

Ia meminta para lulusan menjaga nama baik diri sendiri dengan menjadi pribadi yang berkarakter, menghormati dan membanggakan orang tua yang telah berjuang selama pendidikan, serta menjaga nama baik Fakultas Kedokteran Unisma sebagai almamater.

"Seorang dokter yang baik selalu berawal dari manusia yang baik. Karena itu jagalah nama diri, nama orang tua, dan nama almamater di mana pun kalian mengabdi," tegasnya.

Sementara itu, Rektor Unisma Prof. Drs. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D., mengatakan Fakultas Kedokteran telah memberikan kontribusi besar terhadap upaya internasionalisasi kampus menuju World Class University (WCU). 

3

Menurutnya, kualitas lulusan Unisma kini semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional. Sejumlah alumni Fakultas Kedokteran telah berkarier sebagai dokter di Amerika Serikat, Australia hingga Korea Selatan.

Baca Juga : School Visit Hari Kedua, Wali Kota Blitar Ajak Orang Tua Mantapkan Pilihan ke Sekolah Rakyat

Ia juga menyampaikan bahwa dalam kunjungan kerja sama ke sejumlah negara Eropa beberapa waktu lalu, Unisma terus memperkenalkan potensi Fakultas Kedokteran sebagai bagian dari penguatan jejaring internasional.

"Fakultas Kedokteran telah memberikan kontribusi besar terhadap internasionalisasi Unisma. Alumni kita sudah bekerja di berbagai negara dan itu menunjukkan kualitas lulusan kita mampu bersaing secara global," ujar Junaidi.

Ia mengingatkan para dokter baru agar tetap menjaga hubungan dengan dosen dan almamater karena keberhasilan yang diraih merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa, keluarga, dosen, rumah sakit pendidikan, serta institusi.

"Ke mana pun kalian melangkah, nama Universitas Islam Malang selalu melekat pada diri kalian. Karena itu jagalah nama baik almamater dan jadilah kebanggaan masyarakat," katanya.

Ketua Pengurus Yayasan Unisma, Prof. Dr. Ir. Agus Sugianto, menambahkan prosesi baiat bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal pengabdian seorang dokter kepada masyarakat.

Menurutnya, tantangan pelayanan kesehatan ke depan semakin kompleks sehingga dokter dituntut tidak hanya memiliki kompetensi ilmiah, tetapi juga integritas, etika, empati, serta semangat belajar sepanjang hayat.

"Jadikan profesi dokter sebagai jalan ibadah. Pegang teguh sumpah dan baiat yang diucapkan hari ini, junjung tinggi etika profesi, serta terus mengembangkan ilmu pengetahuan agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Agus juga mengingatkan bahwa keberhasilan para dokter baru tidak lepas dari pengorbanan orang tua yang selama bertahun-tahun memberikan dukungan tanpa menghitung besarnya biaya maupun pengorbanan.

Prosesi Baiat Dokter Muslim Periode ke-46 menjadi penanda komitmen FK Unisma dalam membangun dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan daya saing global. Di tengah perubahan dunia kesehatan yang semakin cepat, FK Unisma menilai kualitas sumber daya manusia tetap menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional sekaligus berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. 


Topik

Pendidikan Baiat Dokter Muslim dokter FK Unisma Unisma Karakter Integritas Kompetensi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan