JATIMTIMES - Bupati Jember Dr Muhammad Fawait SE MSc Minggu 9 Agustus 2026 menemui Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Dr Sri Haryati SPI MSi saat menggelar program Bunga Desaku di Kecamatan Sumberbaru, Jember.
Sri Haryati datang ke Sumberbaru, tepatnya di Desa Rowotengah, dalam rangka melakukan monitoring program bedah rumah. Sementara, bupati Jember sedang menggelar acara Program Bunga Desaku di Desa Karang Bayat.
Baca Juga : DPRD Kediri Dorong GOR Jayabaya Jadi Ikon Kota, Pusat UMKM hingga Silaturahmi Masyarakat
"Kedatangan kami ke Jember untuk melakukan monitoring progres bedah rumah yang menjadi program Bapak Presiden Prabowo sekaligus menemui bupati untuk membahas program tersebut. Nggak nyangka saya diajak bertemu di sini pada acara ini," ujar Sri Haryati.
Sri Haryati mengapresiasi dan kagum dengan Program Bunga Desaku. Lewat program itu, Bupati Fawait turun ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi warga dan juga sosialisasi program-program pemerintah.
"Ini luar biasa ya. Bupati turun langsung menemui rakyatnya dan saya ditemui di sini. Juga bisa langsung menyosialisasikan program bedah rumah secara langsung kepada masyarakat," ujar Sir Haryati.
Sri Haryati menjelaskan bahwa ada 400 ribu rumah di seluruh Indonesia yang masuk program bedah rumah. Jember mendapat kuota 1.350 unit.
Untuk program bedah rumah ini, Sri Haryati mengatakan program ini berbeda dengan program sebelumnya. Sebelumnya, untuk bisa mendapatkan program bedah rumah, penerima manfaat harus memiliki alas hak atau berada di tanah milik sendiri.
"Jika sebelumnya program bedah rumah diberikan kepada warga tidak mampu yang memiliki rumah di atas lahannya sendiri, tahun ini berbeda. Meski tidak di atas lahannya sendiri dan sudah tinggal lebih dari setahun, juga bisa dibedah, asal ada persetujuan dan surat pernyataan," jelasnya.
Baca Juga : Angkutan Pelajar Jadi Harapan Baru Angkot Kota Malang, Kapan Terealisasi?
Sementara, bupati Jember menyampaikan, untuk Kabupaten Jember, dari kuota 1.350 unit rumah yang dibedah, terbanyak ada di Kecamatan Sumberbaru. "Kami tahun ini mendapatkan kuota dari program bedah rumah Bapak Presiden Prabowo sebanyak 1.350 unit dan paling banyak ada di Kecamatan Sumberbaru," ujar bupati.
Tahun depan, bupati berharap kuota bedah rumah untuk Kabupaten Jember bisa bertambah karena program ini bagian dari pengentasan kemiskinan ekstrem yang ada di Jember. "Mudah-mudahan tahun depan, kuota bedah rumah untuk Kabupaten Jember bertambah," pungkasnya.
