Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Bromo Kembali Terbakar, Api Merambat di Cemoro Lawang dan Jalur Pendakian Semeru Ditutup Total

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

27 - Aug - 2026, 16:22

Placeholder
Bromo kembali terbakar. (Foto X @danskuss)

JATIMTIMES - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026) pagi.

Api membakar vegetasi kering di sepanjang tebing sekitar Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Kobaran api dengan cepat merambat karena kawasan tersebut dilanda tiupan angin yang cukup kencang.

Baca Juga : Lewat Adhra Dharma, Bakesbangpol Jember Bekali Mahasiswa dengan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Medan yang terjal serta keberadaan tebing curam menjadi kendala bagi petugas untuk menjangkau titik api. Akses menuju lokasi kebakaran juga terbatas sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra.

Petugas gabungan dari TNI-Polri, BPBD, dan relawan telah diterjunkan ke lokasi. Mereka berupaya memadamkan api sekaligus mencegah kobaran meluas ke area lain.

Untuk menjangkau titik kebakaran, petugas bahkan harus menarik selang air hingga sekitar 500 meter. Panjangnya jalur selang ditambah kondisi medan yang sulit membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak.

Kondisi semakin sulit karena angin bertiup ke arah timur laut. Kobaran api kemudian terus merambat melalui vegetasi yang kering.

Pergerakan api juga mulai mendekati sejumlah penginapan di kawasan Cemoro Lawang. Petugas pun harus bekerja cepat agar api tidak menjalar ke area yang lebih dekat dengan permukiman maupun fasilitas wisata.

Tak hanya kobaran api. Asap pekat turut menyelimuti kawasan sekitar. Kepulan asap terlihat bergerak ke arah permukiman warga sehingga dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat dan kualitas udara.

Kebakaran Berbeda Terjadi di Kawasan Semeru

Di sisi lain, kebakaran juga terjadi di kawasan Gunung Semeru yang masih berada dalam wilayah pengelolaan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS).

Kebakaran di Semeru tersebut merupakan kejadian berbeda dengan kebakaran yang terjadi di Bromo. Api muncul di Blok Ranu Kembang pada Rabu (26/8/2026), lokasi yang berdekatan dengan Ranu Kumbolo.

Baca Juga : Kuras Tangki Tanpa Drama, Penguin Total Drain di Graha Bangunan Blitar Tersedia hingga 2.000 Liter

Kondisi tersebut membuat BB-TNBTS mengambil langkah untuk menutup seluruh jalur pendakian Gunung Semeru. Penutupan dilakukan demi mengantisipasi risiko keselamatan bagi pendaki yang berada di kawasan tersebut.

Kepala BB-TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, beberapa titik api muncul di Blok Ranu Kembang dan berpotensi membahayakan pendaki.

"Sehubungan dengan kebakaran hutan pada 26 Agustus 2026 di Blok Ranu Kembang, jalur pendakian Gunung Semeru ditutup secara total," kata Rudijanta Tjahja Nugraha melalui keterangannya, Rabu malam (26/8/2026).

Penutupan jalur pendakian tersebut mulai diberlakukan sejak Rabu malam setelah surat edaran dari pengelola taman nasional diterbitkan.

Dengan adanya dua kejadian kebakaran di kawasan yang berada dalam pengelolaan TNBTS, wisatawan maupun masyarakat yang hendak beraktivitas di kawasan Bromo dan Semeru diimbau memperhatikan informasi terbaru dari petugas serta pengelola taman nasional.


Topik

Peristiwa Kebakaran hutan Bromo Semeru pendakian ditutup



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy