Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Indonesia Dilanda Karhutla, Nepal Justru Dihantam Banjir Bandang: 270 Tewas, 1.300 Orang Hilang

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

27 - Aug - 2026, 18:37

Placeholder
Perbedaan kondisi Indonesia dan Nepal. (Foto screenshot)

JATIMTIMES - Sejumlah wilayah Indonesia tengah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau 2026. Kebakaran tercatat terjadi di berbagai daerah, mulai dari Kalimantan, Sumatra, Jawa hingga Papua.

Di saat yang sama, bencana besar melanda kawasan Himalaya. Banjir bandang di Nepal dan wilayah perbatasan China menewaskan sedikitnya 270 orang, sementara lebih dari 1.300 orang masih dilaporkan hilang.

Baca Juga : Bromo Kembali Terbakar, Api Merambat di Cemoro Lawang dan Jalur Pendakian Semeru Ditutup Total

Bencana di Nepal tersebut diduga dipicu longsoran es dari gletser yang membawa material dalam jumlah besar ke wilayah permukiman.

Karhutla Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia

Kalimantan menjadi salah satu wilayah dengan kejadian karhutla cukup signifikan sepanjang 2026.

Di Kalimantan Barat, titik api dan area terdampak tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Ketapang dan sekitarnya. Luasan lahan yang terdampak dilaporkan mencapai puluhan ribu hektare.

Kebakaran juga terjadi di Kalimantan Tengah, dengan puluhan ribu titik api terpantau sepanjang periode penanganan karhutla. Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi salah satu daerah yang mengalami kejadian signifikan.

Sementara itu, di Kalimantan Selatan, titik panas dan kebakaran lahan ditemukan di sejumlah wilayah seperti Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala, dan Tapin.

Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara juga tidak luput dari ancaman karhutla. Di Berau, aparat bahkan menangani kasus dugaan pembakaran lahan.

Di Pulau Sumatra, Riau menjadi salah satu wilayah prioritas penanganan karena tingginya potensi kebakaran. Karhutla juga terjadi di Sumatra Selatan dan Jambi yang masuk dalam enam provinsi prioritas pengendalian karhutla Kementerian Kehutanan.

Sementara di Sumatra Utara, salah satu kejadian tercatat di Kabupaten Samosir.

Karhutla juga terjadi di wilayah lain. Di Papua, kebakaran dilaporkan meluas di tujuh distrik di Kabupaten Nabire, termasuk Nabire Kota, Wanggar, Makimi, dan Yaur.

Di Jawa Timur, kebakaran terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan sejumlah wilayah lain seperti Magetan. Kepulauan Riau, Jawa Barat, serta Sulawesi Selatan juga mencatat kejadian karhutla sepanjang musim kemarau.

Nepal Diterjang Banjir Bandang

Jika Indonesia menghadapi persoalan kebakaran akibat kondisi kering, Nepal justru dilanda bencana banjir bandang besar. Otoritas Nepal pada Kamis (27/8/2026) menyebut 826 orang di negaranya masih hilang. Jumlah tersebut mencakup warga Nepal maupun wisatawan asing.

Jika digabungkan dengan laporan dari wilayah China, jumlah korban hilang mencapai lebih dari 1.300 orang. Di China sendiri, sebanyak 558 orang dilaporkan belum ditemukan, menurut kantor berita dpa.

Baca Juga : DLH Kota Surabaya Usut Temuan Diduga Limbah B3 Medis di Tambak Sumur 

Banjir bandang membawa lumpur dan material longsoran dalam jumlah besar. Rekaman drone memperlihatkan jalan utama rusak, kendaraan tertimbun, serta bangunan yang dipenuhi lumpur hingga bagian atas. Distrik Nuwakot menjadi salah satu kawasan yang mengalami kerusakan parah. Lumpur bahkan dilaporkan menutupi bangunan hingga lantai dua.

Seorang warga setempat, Shoyam Rajbhandari, mengatakan kepada Associated Press (AP) bahwa banjir datang dengan sangat cepat. Ia mengaku tidak mengetahui jumlah pasti warga yang hilang maupun meninggal karena situasi di lokasi begitu kacau.

Bencana tersebut terjadi ketika masyarakat tengah menjalani periode festival lokal Janai Purnima. Kondisi itu bertepatan dengan meningkatnya aktivitas perjalanan menuju sejumlah kawasan pegunungan. Sebagian wisatawan diketahui sedang melakukan perjalanan menuju Gunung Kailash di Tibet, salah satu situs suci bagi umat Hindu.

Pada Rabu (26/8), pejabat Nepal melaporkan 403 orang hilang, termasuk 341 warga negara asing. Juru bicara badan pariwisata setempat, Sunil Sharma, menyebut 133 warga India termasuk dalam daftar orang yang belum ditemukan. Mereka diketahui sedang melakukan perjalanan ziarah.

Selain warga India, terdapat pula warga Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Kanada yang dilaporkan hilang. Sebanyak 62 warga Nepal yang sedang melakukan trekking di kawasan Danau Gosaikunda, Distrik Rasuwa, juga belum ditemukan. Kawasan Rasuwa yang berbatasan dengan wilayah Gyirong, Tibet, menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak.

Kepolisian Nepal turut menjadi korban. Juru bicara kepolisian, Abi Narayan Kafle, mengatakan sedikitnya 28 personel polisi dilaporkan hilang kepada AP. Pemerintah Nepal mengingatkan masyarakat di sejumlah distrik untuk menjauh dari bantaran Sungai Trishuli, Bhotekoshi, dan Narayani. Arus deras menghancurkan sedikitnya 19 jembatan dan hampir 40 kilometer jalan raya.

Sungai Bhotekoshi dilaporkan mulai meluap sekitar pukul 09.00 waktu setempat pada Rabu (26/8). Air kemudian menerjang desa-desa dan sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air. Pemerintah Nepal juga telah meminta bantuan dari India dan China untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan korban.

Bencana tersebut awalnya sempat dikaitkan dengan aktivitas gempa. US Geological Survey (USGS) sebelumnya melaporkan gempa bermagnitudo 4,4 sekitar 66 kilometer di utara Kathmandu. Namun, analisis tersebut kemudian direvisi. Data stasiun seismik dan citra satelit menunjukkan getaran yang terdeteksi ternyata berkaitan dengan longsoran gletser dalam skala besar.

Material es dan batuan dalam jumlah besar meluncur ke wilayah hilir dan menimbulkan dampak dahsyat terhadap permukiman. Para ahli menilai perubahan iklim dan meningkatnya suhu di kawasan Himalaya turut meningkatkan risiko ketidakstabilan gletser.

Dengan kondisi berbeda, Indonesia dan Nepal sama-sama tengah menghadapi dampak bencana alam pada Agustus 2026. Indonesia berjuang mengendalikan karhutla di tengah musim kemarau, sementara Nepal menghadapi banjir bandang akibat longsoran gletser yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar.


Topik

Peristiwa karhutla nepal banjir nepal



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana