9 Amalan Sunnah di Hari Raya Idul Fitri, Ada Anjuran Makan Sebelum Salat Id
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
19 - Mar - 2026, 09:55
JATIMTIMES - Hari Raya Idul Fitri menjadi momen penuh kebahagiaan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan. Selain menjadi waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan saling memaafkan, Islam juga menganjurkan sejumlah amalan sunnah agar perayaan Lebaran semakin bermakna.
Amalan-amalan ini dilakukan sebagai bentuk syukur atas selesainya ibadah puasa sekaligus untuk menyempurnakan ibadah di hari kemenangan. Berikut sembilan amalan sunnah di Hari Raya Idul Fitri yang dianjurkan.
Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi
1. Melaksanakan Salat Idul Fitri
Salat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan. Bahkan sebagian ulama berpendapat hukumnya fardhu kifayah.
Dalil mengenai anjuran salat Idul Fitri salah satunya terdapat dalam firman Allah SWT:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Artinya: “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2).
Mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat tersebut berkaitan dengan salat hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha.
Nabi Muhammad SAW juga diketahui selalu melaksanakan salat Idul Fitri setiap tahun sejak tahun kedua hijrah ke Madinah, sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar al-Haitami dalam Tuhfah al-Muhtaj.
Salat Idul Fitri dianjurkan dilakukan secara berjamaah. Tempat pelaksanaannya dapat di masjid atau lapangan, menyesuaikan dengan kapasitas tempat.
Syekh Kamaluddin al-Damiri dalam kitab al-Najm al-Wahhaj menjelaskan:
(وَفِعْلُهَا بِالْمَسْجِدِ أَفْضَلُ)؛ لِأَنَّ الْمَسَاجِدَ خَيْرُ الْبِقَاعِ وَأَشْرَفُهَا وَأَنْظَفُهَا، وَلِأَنَّ الْأَئِمَّةَ لَمْ يَزَالُوْا يُصَلُّوْنَ الْعِيْدَ بِمَكَّةَ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَهَذَا إِذَا اتَّسَعَ كَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَبَيْتِ الْمَقْدِسِ، وَإِلَّا . فَالصَّحْرَاءُ أَفْضَلُ؛ لِأَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم صَلَّى فِي الصَّحْرَاءِ لِضَيْقِ مَسْجِدِهِ، فَلَوْ صَلَّى الْإِمَامُ بِهِمْ فِي هَذِهِ الْحَالَةِ فِي الْمَسْجِد . كُرِهَ لِلْمَشَقَّةِ عَلَيْهِمْ.
Artinya: Melaksanakan salat hari raya di masjid lebih utama karena masjid merupakan tempat yang paling mulia dan bersih. Namun jika kapasitasnya tidak memadai, maka lapangan lebih dianjurkan sebagaimana yang dilakukan Nabi karena sempitnya masjid beliau.
2. Mandi sebelum Salat Id
Umat Islam dianjurkan mandi sebelum melaksanakan salat Idul Fitri. Kesunnahan ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, bahkan bagi perempuan yang sedang haid atau nifas.
Niat mandi Idul Fitri adalah:
نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Waktu mandi Idul Fitri dimulai sejak tengah malam hingga sebelum pelaksanaan salat Id.
3. Menghidupkan Malam Hari Raya
Menghidupkan malam Idul Fitri dengan ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, atau bershalawat juga termasuk amalan yang dianjurkan.
Hal ini merujuk pada hadis Nabi:
مَنْ أَحْيَا لَيْلَتَيْ الْعِيدِ لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ
Artinya: “Barangsiapa menghidupkan dua malam hari raya, hatinya tidak akan mati pada hari ketika hati-hati manusia mati.” (HR. al-Daruquthni).
4. Memperbanyak Takbir
Takbir menjadi salah satu syiar yang identik dengan Idul Fitri. Anjuran ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ
Baca Juga : Liburan ke Timur Tengah Batal? Ini 6 Destinasi Alternatif yang Tak Kalah Menarik
Artinya: “Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangannya dan bertakbirlah kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah: 185).
Takbir dapat dikumandangkan sejak malam Idul Fitri hingga sebelum pelaksanaan salat Id.
5. Makan Sebelum Berangkat Salat Id
Salah satu sunnah yang sering dilakukan adalah makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Idul Fitri. Hal ini berbeda dengan Idul Adha yang justru dianjurkan makan setelah salat.
Lebih utama makanan yang dikonsumsi adalah kurma dengan jumlah ganjil, seperti satu, tiga, atau lima butir.
6. Berjalan Kaki ke Tempat Salat
Berjalan kaki menuju tempat salat Id juga dianjurkan dalam sunnah. Hal ini berdasarkan hadis:
مِنْ السُّنَّةِ أَنْ يَخْرُجَ إلَى الْعِيدِ مَاشِيًا
Artinya: “Termasuk sunnah adalah keluar menuju salat Id dengan berjalan kaki.” (HR. al-Tirmidzi).
Namun bagi yang tidak mampu, diperbolehkan menggunakan kendaraan.
7. Melewati Jalan Berbeda Saat Pergi dan Pulang
Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menempuh jalan berbeda saat berangkat dan pulang dari salat Id.
Tujuannya antara lain untuk memperluas syiar Islam dan memperbanyak pahala dalam perjalanan menuju tempat ibadah.
8. Berhias dan Memakai Pakaian Terbaik
Idul Fitri juga menjadi momen untuk menampilkan kebahagiaan dengan memakai pakaian terbaik. Dianjurkan mengenakan pakaian yang bersih dan rapi, bahkan jika memungkinkan menggunakan pakaian baru.
Selain itu, dianjurkan pula memotong kuku, memakai wewangian, serta menjaga kebersihan diri.
9. Memberi Ucapan Selamat Hari Raya
Tradisi saling memberi ucapan selamat saat Idul Fitri juga memiliki dasar dalam tradisi para sahabat.
Salah satu contoh ucapan yang umum digunakan adalah “Taqabbalallahu minna wa minkum” yang berarti semoga Allah menerima amal ibadah kita semua.
Selain itu, ucapan seperti “Selamat Hari Raya Idul Fitri”, “Minal aidin wal faizin”, atau “Mohon maaf lahir batin” juga termasuk bentuk tahniah atau ucapan selamat yang dianjurkan untuk mempererat silaturahmi.
Demikian sembilan amalan sunnah untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Semoga kita semua dapat mengamalkan dan mendapatkan keberkahanNya. Amin Ya Rabbal Alamin.
